Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Jadi PNS

- 10 Desember 2019, 15:19 WIB
Irpan Kodir (32).

MENJADI seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah mimpi hampir semua orang. Tak terkecuali bagi Irpan Kodir (32) penyandang disabilitas asal Kampung
Cibungur,  RT 03/RW 07 Desa Sarinagen,  Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Pria yang sehari-hari bertugas di kantor Desa Sarinagen ini mencoba mencari peruntungan dengan mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS).  Meski dengan sebelah mata kanannya tidak melihat,  namun ia mantap untuk menjadi seorang abdi negara.

"Ya mudah-mudahan ada peluang untuk saya menjadi seorang CPNS," kata Irpan

Ditemui usai verifikasi khusus bagi penyandang disabilitas di Aula Masjid Agung Ash-Shiddiq Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat. Ngamprah, Selasa (10/12/2019),
pria lulusan Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) jurusan Ilmu Pemerintahan ini mengatakan, ia memilih formasi pengelolaan data trantrib wilayah Cipongkor. Alasan memilih formasi tersebut, karena ia  asli warga Cipongkor dan tinggal di sana.
 
Sepintas mata  Irpan terlihat normal. Bola mata sebelah kanan yang mengalami kebutaan tidak ada perbedaan dengan mata sebelah kirinya yang sampai sekarang masih berfungsi.

Ternyata, bola mata kanannya terbuat dari silikon yang sangat mirip mata normal. Meski terlihat normal, namun pria yang sudah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak ini tetap tak bisa melihat.

"Saya lahir dalam keadaan mata normal. Kebutaan yang saya alami ketika usia 5 tahun, mata saya terkena air campuran kapur yang disemprotkan teman saya saat main jarum-jarum suntikan. Sejak saat itulah mata sebelah kanan mengalami kebutaan," lirihnya.

Sementara itu tercatat ada 6 orang yang hadir dari total 21 penyandang disabilitas yang hadir pada verifikasi yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat.

Namun dari enam yang hadir, lima di antaranya hasil pemeriksaan tim dokter dari RSUD Cikalongwetan bukan penyandang disabilitas.  Mereka ada yang datang dari Sukabumi dan Subang.

"Ini merupakan verifikasi tahap 1 sebelum seleksi administrasi diumumkan. Semua penyandang disabilitas yang ikut seleksi kita undang, namun hanya 6 yang hadir. Itupun ternyata hanya seorang yang benar-benar penyandang disabilitas,"  kata Asisten Administrasi Kabupaten Bandung Barat, Agus Maolana didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Mutasi Pegawai, Dini Seriawati.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X