Libur Nataru, PT KAI Waspadai 351 Titik Rawan

- 10 Desember 2019, 15:23 WIB
Direksi PT KAI di sela pengecekan ke wilayah Bandung, Selasa (10/12/2019).

MENJELANG masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan inspeksi ke wilayah Bandung. Inspeksi tersebut dilakukan selama tiga hari yang dimulai pada 10 hingga 12 Desember 2019.

"Kegiatan inspeksi ini untuk memastikan lagi kesiapan KAI menjelang peak season pada momen Nataru. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga sumber daya manusia," ujar Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Stasiun Bandung, Selasa (10/12/2019).

Edi meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Nataru. Dalam perjalanan tersebut juga dilakukan identifikasi titik-titik rawan yang harus dijaga ekstra.

"Mengingat Angkutan Nataru ini bertepatan dengan datangnya musim hujan dan frekuensi perjalanan kereta api semakin banyak. Terdapat 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatera yang perlu mendapatkan perhatian ekstra," tuturnya.

Adapun titik rawan tersebut yakni 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian. Edi mengatakan, pihaknya akan menyiagakan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, dan 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri.

Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Hal tersebut bertujuan jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan.

"Perjalanan inspeksi ini dibagi menjadi dua perjalanan yaitu lintas utara dan selatan Pulau Jawa. Inspeksi lintas utara Jawa dimulai dari Stasiun Gambir menuju Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Gubeng, Jember, hingga Ketapang, Banyuwangi. Untuk yang jalur selatan perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung menuju Kroya, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Malang, hingga Surabaya Gubeng," terangnya.

KAI pun menetapkan masa Angkutan Nataru 2019/2020 selama 18 hari mulai 19 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020. Pada periode itu, KAI memprediksi akan ada kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang atau naik 4 persen dibanding tahun 2018 yaitu sebanyak 5,6 juta penumpang.

Guna mengakomodasi lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 Kereta Api Reguler dan 30 Kereta Api Nataru dengan total 404 perjalanan kereta api atau naik 2 persen dibandingkan 2018 sebanyak 394 kereta api.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X