Tanpa Anggaran, Program Perlindungan Anak Dipastikan Tak Terganggu

- 11 Desember 2019, 17:41 WIB
ilustrasi /dok

DINAS Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung memastikan program perlindungan anak tidak terganggu. Hal itu disampaikan terkait tak adanya anggaran bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bandung untuk 2020 mendatang.

Kepala DP3APM Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan, tidak adanya anggaran untuk KPAID Kota Bandung pada APBD 2020, karena persoalan administrasi yang belum terpenuhi.

"Maka kami menyerahkan kepada pengurus KPAID Kota Bandung untuk menuntaskan persoalan tersebut. Serta kami mendorong agar KPAID bisa tertib administrasi kedepannya," tutur Tatang di Kantor DP3APM Kota Bandung, Jln. Seram, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Walau adanya kendala tersebut, ia menegaskan program terkait perlindungan anak di Kota Bandung tidak akan terganggu. Terlebih pihaknya akan bersinergi dengan seluruh unsur KPAID, untuk berkomitmen melaksanakan program maupun kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan hak anak di Kota Bandung.

"Untuk kegiatan-kegiatan terkait perlindungan anak akan kita sinergikan. Selain dengan dinas, juga pihak swasta. Karena perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama, baik lintas sektoral maupun lintas dinas," terangnya.

Tatang berharap, persoalan administrasi yang dialami KPAID bisa segera tuntas. Mengingat KPAID merupakan mitra strategis dalam pemenuhan hak-hak anak di Kota Bandung.

"Semoga kedepannya, KPAID Kota Bandung kinerjanya makin lebih baik. Karena KPAID merupakan mitra yang sangat diandalkan dalam pemenuhan hak-hak anak," katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan mengatakan, dengan tidak dianggarkannya KPAID Kota Bandung pada APBD 2020, maka terkait perlindungan anak dinilai akan mengalami kendala.

"Jadi kalau APBD tidak lagi membiayai kegiatan KPAID, bagaimana mereka akan beroperasional," ucapnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X