Ceu Popong Ingatkan FPK Kota Bandung Pentingnya Menyamakan Persepsi

- 11 Desember 2019, 19:42 WIB

KETUA Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan mengingatkan pentingnya menyamakan persepsi dalam segala hal, terutama di organisasi FPK baik kota maupun daerah.

"Yang paling susah itu menyamakan persepsi. Tapi kalau sebuah organisasi bisa satu suara menyatukan persepsi di antara pengurus dan anggota, maka pekerjaan yang akan kita lakukan akan berjalan lancar," ujar perempuan yang akrab disapa Ceu Popong ini.

Hal tersebut disampaikan Ceu Popong sekaligus menjawab pertanyaan Ketua FPK Kota Bandung Tjatja Kuswara, pada acara kunjungan kerja yang berlangsung di ruang pertemuan Kesbangpol Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Didampingi Wakil Ketua FPK Provinsi Jawa Barat, Jhony Alwi, Ceu Popong menambahkan, dari hasil rapat koordinasi FPK Provinsi se-Indonesia yang berlangsung baru-baru ini di Banjarmasin, pihaknya akan mengusulkan kepada Mendagri supaya dibentuk FPK Pusat.

"Berdirinya FPK karena keinginan dari pemerintah. Tapi sampai saat ini belum dibentuknya FPK Pusat. Mudah-mudahan Mendagri bisa mengabulkan usulan kita," sebut dia.

Menyinggung soal anggaran, menurut Ceu Popong, mutlak bersumber dari APBD. Jika ada anggaran dari sumber lain boleh diterima tapi tidak mengikat.

Sementara itu, Ketua FPK Kota Bandung, Tjatja Kuswara menyampaikan perlunya mendorong aparat pemerintah wilayah dalam pembentukan FPK Kecamatan yang sampai saat ini belum terbentuk. Padahal berdasarkan instruksi Wali Kota Bandung, FPK Kecamatan harus sudah terbentuk pada 31 Desember 2019.

Menjawab usulan tersebut, Ceu Popong memberikan arahan bahwa FPK Provinsi tidak punya kewenangan garis komando baik untuk DPK kota maupun daerah. "Yang ada hanyalah garis informasi, komunikasi dan silaturahmi," pungkas Ceu Popong.

Pada kesempatan tersebut Tjatja Kuswara didampingi Wakil Ketua I Tatto Sutamto, menyampaikan berbagai kegiatan yang dilakukan FPK Kota Bandung selama satu tahun kepada FPK Provinsi Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X