Tukang Becak Tega Gagahi Anak Tirinya yang Masih Berusia 10 Tahun

- 12 Desember 2019, 12:22 WIB

AS (53) yang kesehariannya bekerja sebagai tukang becak, tega menggagahi anak tiri sebut saja namanya Mawar (10) yang masih duduk di kelas 5 sekolah dasar (SD).

Perbuatan bejat ayah tirinya tersebut dilakukan sejak mawar itu duduk di bangku kelas 2 SD. Atas perbuatannya itu, korban tutup mulut, tak berani mengadu kepada ibu kandungnya.

Pasalnya, selain diancam, pelaku juga berjanji membelikan telepon seluler (ponsel) untuk korban.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema melalui Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri kepala wartawan di Polrestabes Bandung,  Kamis (12/12/2019) mengatakan, kasus ini berawal dari informasi laporan dari ibu korban. Peristiwa pemerkosaan terjadi pada 2016 saat korban masih kelas dua SD. Saat itu, korban mengeluhkan sakit pada organ kewanitaannya.

Ibu korban, kata Galih, membawa anaknya ke klinik untuk diperiksakan ke dokter umum. Hasilnya, dokter menyebutkan organ kewanitaan korban mengalami infeksi.

"Namun anak Korban tidak berani melaporkan kepada ibunya apa yang telah terjadi. Kemudian pada 2019, korban saat tidur-tiduran menyampaikan dan menjelaskan saat kejadian menimpanya oleh bapak tirinya ke ibu korban," kata Galih.

Masih dikatakannya, ibu korban terkejut lalu membawa kembali korban ke klinik yang pada 2016 memeriksa kondisi anaknya.  Dia memastikan apakah memang infeksi tersebut diakibatkan oleh kejahatan yang dilakukan oleh ayah tirinya, AS.

"Dokter yang memeriksa menjelaskan bahwa infesksi bisa diakibatkan dari perlakuan ayah tirinya. Kemudian ibu korban melapor ke Polrestabes Bandung," ujar Kasat Reskrim.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung, tutur Galih, kemudian memeriksa saksi-saksi dan menangkap tersangka.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X