Pemkot Bandung Sosialisasikan Aplikasi Geografis Berbasis Web

- 12 Desember 2019, 14:57 WIB

PEMKOT Bandung sosialisasikan aplikasi sistem informasi geografis berbasis web, yang bernama Bandung Smart Map Plus (BSM+).

Sistem ini merupakan alat bantu dalam perumusan kebijakan, maupun pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rencana tata ruang wilayah, pemetaan daerah rawan bencana, dan pengelolaan sumber daya alam.

BSM+ berisi fasilitas hasil analisis layanan yang memungkinkan pengguna untuk dapat menarik kesimpulan, dengan bantuan fitur geoproessing dan beragam data yang dimiliki. Manfaatnya, sebagai geodatabase pengelolaan data dan perencanaan pemantauan evaluasi.

"Data Geospasial ini dari aspek ruang harus banyak dimanfaatkan dan terintegrasi. Contohnya bisa membantu dalam mendata sensus pajak bumi dan bangunan," ungkap Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna di Hotel Papandayan, Jln. Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, aspek pendataan tersebut, memiliki daya tarik bagi para investor dalam aspek ruang dan keseimbangan peta. Termasuk memiliki manfaat dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga ruang publik di Kota Bandung lebih banyak dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"intinya harus dipahami oleh masyarakat. Kewilayahan harus membagikan informasi seperti ini," ujarnya.

Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan, bahwa pada tahun 2017 pihaknya telah membangun model bangunan 3 dimensi (3D City) yang dapat dipergunakan untuk data perencaan tata ruang kota. Termasuk menghitung potensi pajak bumi dan bangunan, sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Paerah (PAD) Kota Bandung dari aspek pajak.

Selain itu, lanjutnya, data model 3D dapat dimanfaatkan dalam pengawasan pembangunan di lapangan, bila dikaitkan dengan perizinan bangunan yang telah ditertibkan.

"Dalam pemanfaatan data-data spasial tersebut, baik peta dasar maupun data vektor model 3D city, Distaru telah mengembangkan Bandung Smart Map Plus (BSM+). Ini dikembangkan sebagai map service untuk dapat diakses oleh dinas terkait mapun masyarakat luas, dengan tingkat aksesibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X