ITB Lahirkan Alat Pendeteksi Dini Penyakit Jantung Bernama 'NIVA'

- 12 Desember 2019, 17:22 WIB
/dok

KELOMPOK Keahlian Teknik Biomedika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan perangkat untuk mendeteksi penyakit jantung atau kardiovaskuler.

Alat yang diberi nama NIVA atau Non-Invasive Vascular Analyzer tersebut dilaunching oleh Rektor ITB Prof Dr Kadarsah Suryadi, di Gedung Center for Research and Community Service (CRCS) ITB Jalan Ganesha Kota Bandung, Kamis (12/12/2019). Acara peluncuran disaksikan Menteri Ristek/BRIN, Prof Bambang P Brodjonegoro.

NIVA yang merupakan perangkat non-invasif menggunakan sensor PPG (photoplethysmograph) dan sensor tekanan darah ini akan menganalisis pembuluh darah yang ada di dalam tubuh manusia.

Prof Tati Latifah Erawati Rajab Mengko selaku ketua tim pembuat NIVA menjelaskan, penelitian mengenai alat tersebut telah dimulai sejak 2013 lalu menggunakan dana Penelitian Unggulan Strategis Nasional dari DIKTI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga tahun.

"Saat itu muncul satu ide yang dipacu oleh permintaan dari dokter bahwa apakah kita bisa membuat sebuah peralatan yang dapat mendeteksi lebih awal akan gejala terjadinya sumbatan di dalam pembuluh darah," ujar Prof Tati.

Dr Hasballah Zakaria, Dr Richard Mengko, dan tim Teknik Biomedis ITB juga turut serta dalam penelitian tersebut.

"Alat ini dirancang untuk mengukur fungsi vaskuler dengan enam parameter, dan tingkat risiko vaskuler untuk lima parameter secara sekaligus," ujarnya.

Penyumbatan Pembuluh Darah
Prof Tati menjelaskan penyumbatan pembuluh darah biasanya terjadi karena terdapat plak-plak di dalam pembuluh darah.

Plak tersebut muncul disebabkan pembuluh darah tidak licin karena Nitric Oxide (NO) berkurang. NO ini sangat berperan dalam menjaga tingkat kelenturan dari pembuluh darah.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X