Soal UN Dihapus, Fortusis : Mandikbud Tinggal Jalankan Putusan Pengadilan

- 12 Desember 2019, 23:41 WIB

KETUA Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Jawa Barat Dwi Subawanto menganggap, rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) bukan suatu hal mengejutkan.

Dijelaskan Dwi, rencana itu seharusnya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia semenjak gugatan masyarakat terkait penghapusan ujian nasional dimenangkan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2009 silam.

"Mas Menteri Tinggal Jalankan Putusan Pengadilan. Mas Menteri harus mempelajari hasil keputusan pengadilan tersebut. Lalu siapkan langkah-langkah selanjutnya dan harus konsisten," ucapnya yang dikutip saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Kamis (12/12/2019).

Dwi berharap, Nadiem Makarim tidak mengulangi kesalahan para Mendikbud terdahulu. Sebab setelah 10 tahun MA memenangkan gugatan masyarakat terkait ujian nasional, tidak satupun Mendikbud yang berani menghapus penyelenggaran ujian nasional.

"Ketimbang hanya sekadar wacana, lebih baik langsung laksanakan keputusan pengadilan terkait penghapusan ujian nasional," imbuhnya.

Seperti diketahui, gugatan masyarakat terkait penghapusan ujian nasional telah dimenangkan MA pada tanggal 14 September 2009.

Menurut salinan putusan pengadilan yang disebarluaskan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), MA menyatakan Pemerintah Indonesia telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru, baik sarana maupun prasarana. Sehingga, Pemerintah Indonesia diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaran UN.

Putusan MA itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 6 Desember 2007 dan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada 21 Mei 2007. Kala itu, PN Jakarat Pusat menyatakan pemerintah telah lalai dalam memberikan pemenuhan dan perlindungan HAM terhadap warga negaranya yang menjadi korban UN, khususnya pada hak-hak atas pendidikan dan hak-hak anak.

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X