Gojek dan GoPay Tandatangani Kerja Sama dengan Kemkot Sukabumi

- 13 Desember 2019, 09:08 WIB
/ist

GOJEK dan GoPay kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan dampak sosial dengan menjadi perusahaan aplikasi super pertama yang menandatangani nota kesepakatan strategis bersama Pemerintah Kota Sukabumi. Tujuan dari penandatanganan kerja sama strategis ini adalah untuk mendukung pembangunan Kota Sukabumi melalui pengembangan potensi ekonomi digital.

Dengan adanya penguatan potensi ekonomi digital tentunya kita juga berharap akan dapat memperkuat para pelaku sektor informal dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi dan menyertakan mereka dalam ekosistem Gojek dan GoPay.

Dalam rilis yang diterima galamedianews, Jumat (13/12/2019), Head Regional Corporate Affairs Gojek Jawa Barat dan Banten, Wildan Kesuma menjelaskan mengenai nota kesepakatan yang ditandatangani pada hari ini.

“Area fokus nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Sukabumi, Gojek dan GoPay mencakup enam hal strategis. Di antaranya adalah promosi potensi unggulan Daerah; pemanfaatan layanan GoPay sebagai metode pembayaran di lokasi-lokasi yang dikelola oleh Pemkot Sukabumi; pembinaan dan pengembangan Usaha Kecil di Kota Sukabumi melalui pelatihan dan fasilitasi pemasaraN,” katanya.

“Selain itu, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dan fasilitasi akses lapangan pekerjaan; sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah plastik; dan optimalisasi penggunaan dan penertiban layanan transportasi online di Kota Sukabumi,”  imbuhnya.

Kerja sama strategis ini juga sejalan dengan semangat dan komitmen Gojek dalam mendukung keberhasilan dan optimalisasi Peraturan Menteri Perhubungan No. 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Melalui kerja sama strategis ini Gojek dapat mengoptimalkan penggunaan dan penertiban layanan transportasi online yang salah satunya melalui pembuatan shelter Gojek.

Selain itu, aspek pemberdayaan pelaku UMKM, sektor informal dan perempuan juga merupakan salah satu area yang termasuk dalam kesepakatan strategis ini.

"Sebagai perusahaan teknologi karya anak bangsa, Gojek memiliki komitmen untuk menciptakan dampak sosial di Indonesia melalui inovasi dan teknologi. Dalam kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan mengenai hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang menyatakan kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018 mencapai Rp 55 triliun, dihitung dengan menggunakan asumsi 100% mitra aktif,” tuturnya.

Sebelumnya, LD FEB UI menghitung dampak ekonomi Gojek adalah Rp 44,2 triliun dengan menggunakan metode yang lebih konservatif, yaitu 75% mitra aktif.  Selain mendapatkan tambahan pendapatan dari Gojek yang rata-rata berada di atas UMK, mitra Gojek juga merasa cukup puas dan bahagia dengan hidupnya yang menjadi lebih baik setelah mereka bergabung dengan Gojek. Data ini sangat menarik karena kontribusi tersebut dirasakan oleh para pelaku UMKM dan sektor informal.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X