Jangan Sampai Dicaplok Daerah Lain, Bupati Sumedang Dukung Perluasan Areal Tanam Ubi Cilembu

- 13 Desember 2019, 15:12 WIB

BUPATI Sumedang H.Dony Ahmad Munir, mendukung keinginan petani untuk melakukan perluasan areal tanam ubi cilembu.

Hal itu dilakukan guna merespon permintaan pasar luar negeri (ekspor) atas ubi cilembu yang terus meningkat setiap tahunnya. "Saat ini, ubi cilembu hanya dibudidayakan  di wilayah Kecamatan Pamulihan, Tanjungsari, Sukasari dan Rancakalong, dengan luasan tanam yang relatif terbatas. Di sisi lain permintaan pasar, baik di tingkat lokal maupun luar negeri terus meningkat," kata Dony, usai menggelar pertemuan dengan petani ubi cilembu dan mangga gedong gincu, bertempat di belakang Gedung Negara, Jumat (13/12/2019).

Untuk saat ini, setiap hari dibutuhkan ubi cilembu sekitar 150-200 ton, untuk memenuhi pasar lokal saja. Ironisnya kebutuhan ubi sebanyak itu, terkadang harus didatangkan dari luar daerah.

Masalah ini yang kemudian menjadi kekhawatiran petani ubi di Sumedang. Terlebih lagi, bibit ubi yang dikembangkan di daerah lain, seperti di Jawa Timur, adalah jenis  rancing. Jenis rancing sendiri sudah memiliki IG (indikasi geografis) , dan merupakan komoditas unggulan Sumedang.

Karena itu, kekhawatiran petani sangat beralasan. Sehingga jangan sampai komoditas ekspor tersebut, "dicaplok" sebagai unggulan daerah lain.

Menyikapi hal itu, Bupati berkomitmen dan mengajak semua pihak termasuk wartawan,  untuk meningkatkan rilis ubi cilembu jenis rancing sebagai komoditas asli Sumedang. "Ubi cilembu jenis rancing itu, IG nya sudah ada. Sehingga jangan sampai diaku oleh daerah lain," ujarnya.

Di samping itu, Bupati juga mendorong untuk mengembangkan ubi cilembu jenis nirkum. Ubi jenis nirkum itu, memiliki karakteristik tidak mudah dikembangkan di daerah lain. Bahkan perlakuan pemeliharaannya pun, cukup "istimewa". Sehingga tidak berlebihan jika, ubi tersebut menjadi ubi kualitas terbaik dan nomor satu didunia. "Setelah dioven, ubi tersebut bisa bertahan (layak konsumsi) selama 6 hari, tanpa disimpan dalam frezer. Selain itu, ubi nirkum meliki  rasa manis dan harum, yang khas. Sehingga ubi tersebut sangat di sukai pasar Hongkong, Singapur dan Malaysia," katanya.

Oleh sebab itu, produksi dan kualitas ubi cilembu harus ditingkatkan. "Pemerintah, akan memfasilitasinya, melalui perluasan areal tanam dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada. Termasuk diantaranya dengan menggandeng pihak Perhutani. Juga, melalui Kementerian Pertanian, kita akan usulkan bantuan mekanisasinya. Kebijakan ini,  juga akan kami lakukan untuk pengembangan budidaya mangga gedong gincu,"  ujar Dony.

Dengan demikian, sebagaimana harapan bersama, langkah pemerintah ini, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani ubi cilembu dan mangga gedong gincu di Kab. Sumedang.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X