Pencak Silat Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Maspi: Bukan Akhir dari Perjuangan

- 13 Desember 2019, 19:23 WIB
Edwin Sanjaya /dok

KETUA Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi), Edwin Senjaya merasa bersyukur karena pencak silat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asli Indonesia oleh UNESCO. Menurut Edwin, penetapan itu berkat kerja keras semua insan silat di Indonesia.

"Alhmdulillah atas ditetapkannya oleh UNESCO tentu ini menjadi hasil perjuangan bersama mulai dari pemerintah, paguron, organisasi mulai dari IPSI, PPSI hingga Maspi," katanya saat ditemui di acara Sawala Jawara, di Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (13/12/2019).

Edwin sepakat penetapan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Melainkan pekerjaan rumah baru yang harus diselesaikan.

"Setelah ini ada pekerjaan rumah yang harus kita jaga. Kita selesaikan karena faktanya kalau tidak melestarikan, penetapan ini akan hilang begitu saja," tegasnya.

Dalam melestarikan silat, Maspi akan tetap konsisten menggelar salah satu helaran bagi para insan silat di Indonesia bahkan Internasional, yakni Temu Pendekar Internasional yang rutin digelar selama 2 tahun sekali.

"Bahkan ada masukan dari rekan-rekan, helaran agar bisa diselenggarakan di daerah lain. Namun tetap untuk Temu Pendekar Internasional diselenggarakan di Bandung," katanya.

Edwin pun berpesan agar generasi milenial bisa turut serta melestarikan pencak silat, bahkan ia optimistis melalui 4 aspek yang terkandung didalam silat akan menjadikan SDM Indonesia unggul.

"Silat itu ada empat aspek, mulai dari spiritual, olahraga prestasi, bela diri, dan budaya. Saya sangat yakin dengan belajar silat akan membuat generasi milenial kita unggul dalam segala aspek. Maka saya pun turut mendorong agar silat menjadi kurikulum wajib di SD," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X