Merasa Dijebak, Tersangka Suap Proyek Meikarta Minta KPK Transparan dan Jujur

- 13 Desember 2019, 19:58 WIB
Bartholomeus Toto /liputan6.com

TERSANGKA kasus suap proyek Meikarta, Bartholomeus Toto meminta penyidik KPK terbuka dan transparan ke publik. Itu tak lepas dari tudingannya terhadap Toto yang dianggap menyetujui dan memberikan suap kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Toto yang merupakan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Tbk itu kini ditahan di rutan KPK. Masa penahanannya diperpanjang selama 40 hari sejak pekan lalu. Toto merupakan satu dari dua tersangka baru kasus ini, hasil dari pengembangan kasus sebelumnya. Satu tersangka lainnya yakni mantan Sekda Jabar, Iwa Karniwa.

Kuasa hukum Toto, Supriyadi, SH., mengatakan, Toto menyampaikan pernyataan itu setelah diperiksa KPK sebagai tersangka, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

"Jadi klien kami akan sangat senang jika ‎penyidik dan pimpinan KPK mau terbuka ke publik secara transparan dan jujur apa yang menyebabkannya ditahan," ujar Supriyadi.

Ditegaskan Supriyadi, pada kesempatan setelah diperiksa itu, Toto menyampaikan jika dirinya hanya dijebak oleh anak buahnya, Edi Dwi Soesianto (Edi Soes). Edi Soes, ujarnya, diduga telah memberikan keterangan yang berbeda dengan apa yang disampaikan penyidik KPK.

"Klien kami punya rekamannya. Intinya satu, bahwa Edi Soes dipaksa oleh penyidik untuk memberikan keterangan seolah Toto yang memberikan uang Rp 10 miliar kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin," terang Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, Toto secara tegas membantah telah memberikan suap tersebut. Bahkan kliennya juga menyangkal sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengurusan perizinan proyek Meikarta.

Memperkuat dalilnya, Toto sudah melaporkan Edi Soes ke Polrestabes Bandung dengan tuduhan fitnah.

"Dan infonya yang bersangkutan (Edi Soes) sudah menjadi tersangka. Jadi kasus ini bukan OTT, tidak ada sama sekali uang yang diambil dari Toto. Tidak ada bukti uang keluar Rp 10 miliar dari Lippo Cikarang," terangnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X