KBB Siapkan Rp 112 Miliar untuk Dana Hibah di 2020

- 13 Januari 2020, 19:12 WIB
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bandung Barat Agustina Piryanti

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menaikan anggaran belanja hibah pada tahun 2020 menjadi Rp 112 miliar. Naik dibandingkan anggaran 2019 setelah perubahan sebesar Rp 77.084.640.000.

"Kalau belanja hibah memang naik, tapi belanja bantuan sosial (bansos) turun dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2019 anggarannya sebesar Rp 16.860.000.000, tahun ini menjadi Rp 14 miliar lebih," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bandung Barat, Agustina Piryanti di Ngamprah, Senin (13/1/2020).

Ia menjelaskan, penerima dan pencairan belanja hibah dan bansos sangat ketat. Penerimanya harus by name by address. "Penyaluran hibah dan bansos sangat ekstra hati-hati. Dinas terkait yang memiliki pagu anggaran untuk hibah dan bansos mesti melakukan verifikasi hingga ke lapangan," paparnya.

Ditambahkannya, ada dua syarat yang mesti dipenuhi dalam penyaluran hibah dan bansos. Pertama, harus ada rekomendasi penganggaran dan rekomendasi pencairan dari dinas yang bersangkutan.

"Bila satu syarat saja tidak dipenuhi, maka hibah dan bansos tidak bisa dicairkan," ujarnya.

Ia pun menegaskan, sesuai aturan pihak yang bertanggung jawab atas penggunaan anggaran tersebut adalah penerima hibah. Itu artinya ketika ada pemeriksaan, penerima hibah lah yang menjadi objek pemeriksaan.

"Kan dicantumkan pula dalam surat pernyataan, tanggung jawab mutlak atas dana tersebut ya si penerima hibah. Pemerintah hanya menyalurkan dengan menstrafer ke rekening masing-masing penerima hibah," tandasnya.

Hibah dan bansos tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pertanian, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kesbang, Bagian Kesra, dsb. Di Bagian Kesra, anggaran hibah 2019 mencapai Rp 15 miliar.

"Turun dibandingkan tahun 2018 yang anggarannya sebesar Rp 39 miliar," kata Kabag Kesra, Asep Hidayatulloh.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X