Rommy Bantah Terima Suap

- 13 Januari 2020, 22:18 WIB
/detik.com

MANTAN Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga anggota DPR RI 2014-2019 Romahurmuziy alias Rommy membacakan nota pembelaan (pleidoi). Salah satu isinya adalah penjelasan kalau ia sama sekali tidak menerima suap.

"Atas uang dari Haris Hasanudin sebesar Rp5 juta, saya tidak pernah mengetahuinya atau menerimanya karena ini didasarkan atas pengakuan Haris seorang. Kalau pun uang itu ada, sepantasnyalah hal ini diangkat sebagai delik oleh penegak hukum setingkat polsek, bukan setingkat KPK," kata Rommy, saat membacakan nota pleidoi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/1/2020).

Rommy adalah terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan suap sebesar Rp255 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Rommy dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan, ditambah pembayaran kewajiban sebesar Rp46,4 juta subsider 1 tahun penjara dan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun.

"Selanjutnya kedua Rp250 juta yang diterimakan pada 6 Februari 2019 di kediaman saya, di Condet, Jakarta Timur. Saya sudah kembalikan 22 hari sesudahnya, pada 28 Februari 2019," ujar Rommy.

Menurut Rommy, ia memilih tidak mengembalikan kepada KPK. "Kalau itu dianggap salah, pasti ada banyak pejabat yang seharusnya diproses secara hukum, karena mengembalikan sebuah pemberian kepada pemberinya tidak secara langsung bukanlah hal yang melanggar hukum," ujar Rommy.

Rommy menilai, KPK juga pernah membiarkan hal ini terjadi.

"Untuk sekadar contoh saya sebutkan kasus Sekjen Mahkamah Konstitusi Janedjri M Gaffar pada 2010," kata Rommy.

Sedangkan uang sebesar Rp41,4 juta dari Muafaq Wirahadi yang diterimakan kepada Abdul Wahab di Gresik, menurut Rommy juga konyol.

Halaman:

Editor: Dadang Setiawan


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X