Kontroversi Vaporfly ZoomX, Rekor Bertumbangan World Athletics Siapkan Larangan 'Sepatu Super' Nike

- 15 Januari 2020, 11:59 WIB
/dailymail

Sepatu kontroversial Nike Vaporfly yang digunakan pelari Kenya Brigid Kosgei saat mengakhiri rekor maraton Paula Radcliffe akan dilarang. Dikutip dari DailyMail kemarin belum ada keputusan apakah catatan rekor Kosgei akan tetap diakui atau tidak.

Atlet berusia 25 tahun itu  mencatatkan waktu 2 jam 14 menit 4 detik di Chicago, jauh melampaui rekor Radcliffe 2:15:25 yang dicapainya pada even London Marathon 2003.

Sepatu serupa yang diyakini World Athletics sebagai versi hibrid Vaporfly dan digunakan pelari Kenya Eliud Kipchoge saat mencatatkan rekor maraton tak resmi di Wina tahun lalu juga akan dilarang.

Eliud mengenakan Nike Vaporfly ZoomX saat mengakhiri batas maksimum maraton yang selama ini tak pernah di bawah   dua jam dengan catatan waktu 1 jam 59 menit.

Brigid Kosgei saat memecahkan rekor Paula Radcliffe.

Pangkal persoalan yang diperdebatkan adalah komposisi busa dan serat karbon sol yang digunakannya. Komposisi tadi memberi efek pegas yang membantu pelari mendapatkan dorongan maksimum dari setiap entakan.

Badan teknis yang melakukan evaluasi akan memberikan hasil temuan mereka akhir bulan ini. Moratorium pun dipertimbangkan World Athletics (Asosiasi Internasional Federasi Atletik) guna  menentukan apakah rekor yang dicatatkan atlet dengan menggunakan sepatu dimaksud akan tetap dipertahankan atau batal.

Aturan lainnya yang juga dipertimbangkan adalah batasan bagi produk sepatu revolusioner  yang dikembangkan untuk pelari cepat. Fakta ini memicu kekhawatiran “atlet-atlet inferior” yang tampil Olimpiade Tokyo tahun ini akan memecahkan rekor 100 meter milik Usain Bolt (9,58 detik) dengan bantuan faktor teknologi.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X