Rekor Terancam Tak Diakui Gara-gara Sneaker Super Nike, Balas Protes Pelari Jarak Jauh Angkat Suara

- 16 Januari 2020, 15:31 WIB
/dailymail

Catatan rekor terancam gara-gara mengenakan sepatu kontroversial Nike, Vaporfly, pelari jarak jauh Eliud Kipchoge menegaskan tak ada alasan World Athletics tak mengakui capaiannya di nomor maraton. Ia menyebut sudah seharusnya federasi atletik dunia menerima kemajuan teknologi. 

Dikutip dari DailyMail kemarin, Vaporfly Nike menjadi sasaran “investigasi”  World Athletics karena dinilai memicu bertumbangannya rekor lari secara tidak fair. Dikatakan tak adil karena Vaporfly dirancang dengan efek pegas yang memberi efek entakan tambahan.

Eliud kala memecahkan rekor di Viena.

Fine by me.

Selain Eliud, pelari jarak jauh lainnya Brigid Kosgei dari Kenya juga mengakhiri rekor maraton Paula Radcliffe di Chicago dengan catatan waktu 2 jam 14 menit 4 detik atau lebih cepat dengan selisih nyaris dua menit. Meski keputusan akhir belum dicapai tapi niat World Athletics melarang Vaporfly disebut Eliud justru tidak adil.

Menanggapi ini kepada Telegraph, Eliud menyebut dalam nomor lari jarak jauh pada akhirnya daya tahan pelari menjadi  faktor penentu.  “Semua fair. Teknologi terus berkembang dan kita tak bisa menghindar selain menyesuaikan diri,” ungkapnya.  Ia pun menganalogikan penggunaan Vaporfly di kalangan pelari tak ubahnya ban di balapan F1.

Halaman:

Editor: Mia Fahrani


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X