Pemprov Jabar Diminta Fokus Kendalikan Banjir di Wilayah Hilir

- 16 Januari 2020, 20:18 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono /ist

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meminta Pemprov Jabar untuk fokus mengendalikan banjir di wilayah hilir. Salah satu keberhasilan penanganan yakni beroperasionalnya terowongan air Jompong yang mengendalikan banjir di Kabupaten Bandung.

"Walau terjadi hujan besar pada Desember 2019 lalu, tidak terdengar banjir berkepanjangan di daerah Dayeuhkolot. Ini karena adanya terowongan Jompong," ujar Basuki seusai rapat evaluasi bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil beserta pemimpin daerah 12 kabupaten/kota di Jawa Barat, di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan Basuki, pihaknya kini tengah menyelesaikan sodetan Cisangkuy. Dengan demikian, dapat mengalirkan sekitar 80 persen aliran Cisangkuy ke hilir Dayeuhkolot termasuk ke Citarum. Ia pun meminta Pemprov Jabar juga fokus pada penanganan Muara Gembong (Bekasi) dan Cilamaya(Karawang) karena terdampak banjir besar diawal tahun 2020.

Dengan selesainya proyek sodetan Cisangkuy, pihaknya berharap banjir Dayeuhkolot dan Banjaran, Kabupaten Bandung dapat dikendalikan. Kemudian setelah pengendalian banjir di wilayah hulu Sungai Citarum, fokus pengendalian beralih ke wilayah hilir.

"Untuk programnya, mudah-mudahan tahun depan kita mulai dengan Bendungan Cibeet yang sudah didesain, tapi ada satu lagi Bendungan Cijuray. Cibeet sendiri ada di Kabupaten Bogor untuk mengendalikan banjir di Karawang dan Bekasi. Tapi ingin punya bendungan sendiri untuk irigasi," tuturnya.

Basuki menjelaskan, keberadaan dua bendungan tersebut sangat penting. Pembangunannya akan dimulai pada tahun depan dan diperkirakan selesai pada 2023.

"Pada 2021 kita bisa mulai pembangunan bendungan dan selesai 2023 atau paling tidak 2024. Sehingga tidak membebani kabinet yang baru," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan Kamil menyebut akan ada rencana aksi terkait pengendalian banjir di Jabar. Terlebih pihaknya akan segera upaya penanganan banjir, yang sudah dianggarkan pada 2020.

"Apa yang dilakukan pusat dan provinsi, apakah itu bendungan, normalisasi atau pengerukan, kita hitung yang mana masuk anggaran 2020, kita kebut. Komitmen kementerian sangat kuat sesuai arahan presiden, untuk menyelesaikan apa yang bisa diselesaikan di 2020," tuturnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X