Selama Musim Hujan, Empat Kecamatan di Garut Rawan Longsor

- 16 Januari 2020, 20:37 WIB
Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Erwin Agung saat diwawancara wartawan, Kamis (16/1/2020).

KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut menyatakan selama musim penghujan kali ini empat kecamatan di wilayah Kabupaten Garut rawan longsor. Namun demikian, secara umum Kabupaten Garut siap menghadapi ancaman bencana dengan berbagai kesiapan yang dilakukan.

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Erwin Agung mengatakan, keempat kecamatan yang dinilai paling rawan longsor di Kabupaten Garut yaitu Kecamatan Cisurupan, Cikajang, Banjarwangi, dan Kecamatan Cisompet.

Menurut Erwin, tingginya ancaman longsor di wilayah tersebut disebabkan akibat kemarau yang cukup panjang sehingga menyebabkan keringnya tanah hingga akhirnya terjadi rekahan. Jadinya begitu diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi menjadi longsor.

"Seperti yang sudah terjadi sebanyak delapan kejadian longsor di Garut, dan yang paling parah di Kecamatan Banjarwangi. Namun masih bisa ditangani forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam), tidak sampai ke tahap darurat," paparnya, Kamis (16/1/2020).

Erwin menyebutkan, saat ini Kabupaten Garut masih dalam posisi pasca bencana, belum masuk pada masa darurat bencana. Karena itu, pihaknya bersama Pemkab dan Polres Garut melakukan berbagai langkah mitigasi untuk meminimalisasi dampak bencana.

Diungkapkan Erwin, sejumlah kegiatan pun sudah dilakukan pihaknya bersama-sama dengan unsur lainnya, mulai sosialisasi, pelatihan, hingga mitigasi bencana. Sedangkan untuk langkah jangka panjang sebagai upaya mengurangi bencana, terang Erwin, pihaknya juga sudah melakukan penanaman pohon.

Selain itu, lanjut Erwin, bersama Pemkab dan Polres Garut pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah tempat evakuasi manakala terjadi bencana. Setidaknya ada lima lokasi yang disiapkan Pemkab Garut sebagai tempat evakuasi, mulai dari Gedung Islamic Center, Bale Paminton, dua rusunawa, dan Lokal Education Center (LEC).

"Jadi kalau misalkan ada bencana yang terjadi dan mengharuskan mengevakuasi warga baik yang di utara, kota, maupun selatan, lima tempat itu sudah siap. Selain itu, juga sudah disiapkan logistiknya, peralatan evakuasi daratan dan air, juga yang lainnya," ungkapnya.

Erwin juga memastikan, proses komunikasi kini lebih dipermudah, sehingga masyarakat yang mengetahui atau mengalami bencana bisa secara langsung melaporkan kepada aparat TNI, Polri, atau BPBD Kabupaten Garut. Jadi saat membutuhkan evakuasi atau dukungan logistik, maka semuanya akan langsung dilakukan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X