Pergerakan Tanah Ancam Belasan Rumah Warga

- 18 Januari 2020, 09:59 WIB
ilustrasi /Ahmad Rayadie/

PERGERAKAN tanah di Kampung Cimanggu RT 02/RW 02, Desa Curugkembar, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi, kembali terjadi pada Sabtu (18/1/2020). Kondisi itu mengancam sebanyak 17 unit rumah warga. 

Hingga pagi ini, teridentifikasi satu unit rumah warga rusak ringan. Kendati tidak sampai menimbulkan korban jiwa, 57 warga diimbau untuk waspada.

Mereka diminta untuk segera meninggalkan rumah, bila sewaktu-waktu pergerakan tanah kembali terjadi. Apalagi potensi terjadinya pergerakan sangat besar, terutama di Kampung Cimanggu yang selama ini menjadi langganan pergerakan tanah.

"Potensi pergerakan sangat berpeluang terjadi. Dari belasan rumah warga yang terancam, satu rumah rusak ringan dan terancam ambruk," kata warga Cimanggu, Dahlan kepada wartawan "PR", Ahmad Rayadie.

Dahlan mengatakan, warga sangat mengharapkan bantuan dongkrak untuk menopang bangunan rumahnya. Dongkrak mobil diharapkan dapat memperlambat terjadi gerusan akibat dampak pergerakan tanah.

"Kami sangat berharap pemerintah segera membantu pemberian dongkrak mobil. Dongkrak setidak-tidaknya dapat mengurangi pergerakan tanah, hingga kami menunggu dievakusi ke tempat aman," jelasnya.

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna membenarkan pergerakan tanah telah merusak satu unit rumah warga. Untuk mengantisipasi korban jiwa, pemilik rumah dan anggota keluarganya, harus meningkatkan kewaspadaan.

"Kami telah mengimbau agar warga, terutama pemilik rumah yang terancam ambruk untuk meningkatkan kewaspadaannya," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X