Lima Tersangka Produsen Pil PCC dan Barangbukti Diperiksa di Kejari Kota Tasikmalaya

- 20 Januari 2020, 15:07 WIB

BARANG bukti tiga unit kendaraan yang digunakan produsen sekaligus distribusi pil PCC yang digerebek di Kawalu, Kita Tasikmalaya akhir tahun 2019 lalu, satu di antaranya mobil Mitsubishi Delica yang cukup mentereng.

Sementara dua kendaraan lainnya, yakni minibus jenis Daihatsu Luxio dan Granmax blindvan. Ketiga kendaraan tersebut saat ini terparkir di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya.

"Ketiga kendaraan ini yang digunakan tersangka untuk distribusi lebih dari satu juta pil PCC. Kita menerima limpahan berkas dari Kejagung untuk segera membuat rencana dakwaan," kata Kepala Kejari Tasikmalaya, DR. Lila Agustina kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

Lila mengatakan, pihaknya mendapatkan titipan lima tersangka untuk segera dilimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Sementara sebagian barang bukti disimpan di Bandung berupa delapan unit mesin pembuat pil PCC.

"Dari lima tersangka, masing-masing dikerjakan delapan jaksa penuntut umum dari Kejagung dan Kejari Tasikmalaya. Maksimal dalam 20 hari kedepan kita limpahkan ke pengadilan, kita hanya menyidangkan tersangka narkotik saja. Ada satu tersangka lain yakni dugaan pencucian uang," katanya.

Dikatakannya, Tersangka yang diamankan yakni Yohan Elfian, Deni Primadani, Agus Munajat, Eri Choeridin, M. Joko Pamungkas. Kelimanya diduga melanggar dengan pasal berlapis pasal 114 ayat 2, 113 ayat 2 dan 112 ayat 2 jo. Pasal 132 ayat 1 UU nomor 35/2009 tentang Narkotika.

"Ancaman maksimal hukuman mati atau pidana seumur hidup," ujarnya.

Sementara PBH Peradi Tasikmalaya memberikan pendampingan terhadap lima tersangka. Namun bukan berarti mendampingi dalam persidangan.

"Itu tergantung keputusan majelis hakim. Saat ini kita hanya mendampingi hak-hak terdakwa saja dalam proses hukum yang sedang berjalan," ujar perwakilan PBH Peradi Tasikmalaya, Sovi M. Shofiyuddin.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X