Keterbatasan Anggaran, PJU di Sumedang Masih Minim

- 20 Januari 2020, 17:25 WIB
ilustrasi /dok

JUMLAH fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang tersebar disejumlah titik di wilayah Kab. Sumedang masih belum optimal. Dari panjang jalan yang mencapai 796 Km, jumlah PJU baru di angka 4.000-an titik.

Kepala Dinas Perhubungan Kab. Sumedang, H.Surys Laksana Putra mengatakan, saat ini setiap tahun tidak kurang dari Rp 80 miliar pajak PJU yang masuk ke kas daerah. Pajak tersebut dibayar masyarakat atau pelanggan listrik PLN setiap bulan bersama tagihan rekening.

"Pajak PJU masuk ke kas daerah lebih dari Rp 80 miliar. Bahkan setiap tahun pemasukan pajak dari sektor itu akan terus meningkat seiring bertambahnya pelanggan listrik PLN," ujar Surys, Senin (20/1/2020).

Dari pendapatan pajak sebesar itu, ujarnya, hanya sekitar 4 persen saja yang digunakan untuk pengadaan dan pemeliharaan PJU. Karena itu diakuinya, fasilitas PJU yang terpasang disejumlah ruas jalan di Kab. Sumedang masih kurang.

"Karena keterbatasan anggaran, maka pemasangan PJU masih sangat minim diprioritaskan disejumlah titik rawan. Seperti di daerah rawan kecelakaan dan tindakan kejahatan serta bencana alam," tuturnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya tidak menampik jika dibeberapa titik ruas jalan kabupaten situasinya sangat gelap pada malam hari. Menyikapi situasi itu, pemerintah daerah berjanji akan secara rutin setiap tahun untuk menganggarkan dana untuk pemasangan PJU.

Disamping itu, guna mempercepat pemenuhan fasilitas umum tersebut, pihaknya terus melakukan lobi baik ke pemerintah provinsi maupun pusat, untuk mencari bantuan anggaran.

Selain itu, Surys menyebutkan, dari PJU yang sudah terpasang, sebagiannya dalam kondisi rusak atau tidak menyala. Hal itu diakibatkan usia PJU yang sudah lama terpasang, sehingga komponen atau material yang digunakan sudah sulit untuk diperbaiki.

Disamping itu, anggaran untuk pemeliharaan setiap tahunnya juga sangat minim. "Ya, sekitar 30 persen PJU yang sudah terpasang dalam kondisi rusak atau tidak menyala. Karena itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas situasi ini," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X