Peduli Gizi dan Erosi di Cimenyan, TNI Dorong Petani Menanam Kelor

- 21 Januari 2020, 10:58 WIB

KAWASAN Bandung Utara menarik perhatian banyak pihak karena adanya krisis lingkungan berkepanjangan.  Bukan hanya itu, terdapat juga keadaan keluarga petani yang membutuhkan perhatian pangan sehat bergizi.  Menyikapi hal itu, Sertu Suyanto, dari Dansub 17 Satgas Citarum Harum Sektor 22 terus mempelajari pertanian kelor dan mendorong masyarakat di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung .

“Satgas Citarum punya kepedulian untuk mendorong petani menjawab masalah erosi. Karena urusannya pertanian tentu bagus kalau dikembangkan tanaman pangan yang memiliki sumber gizi. Di kegiatan penghijauan Satgas Citarum sudah kita mulai gerakkan tanam kelor awal Januari 2020 lalu. Bahkan teman-teman tentara juga menanam sendiri. Pak Komandan Asep Rahmat juga sudah menanam di rumahnya,” kata Suyanto di kebun pembibitan Kelor Yayasan Odesa Indonesia, Pasir Impun Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.seperti rilis yang diterima galamedianews,  Selasa (20/1/2020).

Menurut Suyanto, Satgas Citarum 22 merasa perlu menyatu dengan petani agar mengembangkan tanaman yang selain menghasilkan gizi tinggi juga bisa mencegah erosi. Ia berharap kegiatan yang menyatu dengan petani ini bisa menguntungkan petani dari beberapa aspek, seperti gizi, peningkatan ekonomi dan juga mampu mengatasi erosi.

“Kelor sudah disosialisasikan Yayasan Odesa Indonesia di Desa Cikadut dan Mekarmanik. Perlahan-lahan masyarakat mulai mengetahui manfaat bagi kesehatannya. Jadi kita bisa terus mendorong masyarakat agar menanam kelor. Batangnya bisa besar dan panen berulang-ulang. Ini tentu menguntungkan petani dan bisa memberi kontribusi penyelamatan lingkungan,” kata Suyanto.

Kedatangan Suyanto bersama Serka Apri Agung, Staf Posko Sektor 22 Satgas Citarum pada Senin pagi itu, memantau kegiatan  musim tanam di pertanian Kawasan Bandung Utara. Rencananya, TNI dari Satgas Citarum 22 pada bulan Februari nanti akan berkegiatan yang sifatnya edukatif mendorong petani menanam kelor.

Selain tanaman kelor, Suyanto juga mendorong petani menanam bibit-bibit tanaman pangan bergizi yang dikembangkan Yayasan Odesa Indonesia seperti hanjeli, sorgum, chaya (pepaya Jepang). Juga menyertakan tanaman tinggi untuk mencegah erosi seperti tanaman nangka,jeruk, sukun, sirsak, dan lain sebagainya.

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X