Warga Rancaekek Kulon Dihantui Ancaman Banjir

- 21 Januari 2020, 17:41 WIB
Kendaraan menerobos banjir di kawasan Kahatex, Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, Senin (20/1/2020). /M Adi Dzulfikri

WARGA Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung dihantui ancaman banjir pada musim penghujan tahun ini. Salah satu pemicu yaitu adanya pengurukan tanah untuk kepentingan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dengan kondisi tersebut, warga pun diharapkan meningkatkan kewaspadaannya. Terlebih wilayah Rancaekek Kulon pernah disinggahi banjir besar beberapa tahun yang lalu.

"Penting adanya kesiap siagaan dari warga setelah ada perubahan alih fungsi lahan di kawasan Rancaekek Kulon dan Wetan akibat dampak dari berbagai pembangunan. Terutama alih fungsi lahan setelah ada pengerjaan pengurukan proyek kereta cepat," tutur Budimantara, tokoh pemuda setempat, Selasa (21/1/2020).

Kesiap siagaan, kata Budimantara, memang perlu ditingkatkan. Terlebih saat ini saluran air ada yang diuruk dan dialihkan karena proyek kereta cepat.

"Kami khawatir dengan adanya perubahan aliran air itu menambah parah ancaman banjir disaat memasuki musim hujan," katanya.

Budimantara menuturkan, sebelum ada proyek kereta cepat, kawasan tersebut sudah terancam banjir. "Apalagi setelah ada proyek, kami khawatir ancaman banjir semakin besar," ucapnya.

Warga lainnya, Dadang Nurdin Soleh menyoroti banjir yang masih terjadi di akses jalur nasional Jalan Raya Bandung-Garut yang membatasi Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung dan Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Menurut Dadang, masih adanya genangan air di jalur jalan nasional itu karena besarnya debit air disaat turun hujan lebat.

"Coba saja lihat ke arah Gunung Geulis Cimanggung, pada bagian kaki gunungnya sudah banyak terjadi alih fungsi lahan. Akibatnya, aliran air semakin besar ke arah kawasan jalur nasional tersebut," katanya.

"Namun genangan airnya tidak terlalu parah karena sudah ada penataan drainase. Paling tidak hanya selama tiga jam langsung surut, sebelumnya sampai 6-8 jam genangan airnya," kata Dadang.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X