Aksebilitas Masih Jadi Kendala Wisman Datang ke Garut

- 22 Januari 2020, 18:56 WIB

DINAS Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat, selama 2019 terdapat sekitar 2,8 juta wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 5 persen wisatawan mancanegara yang datang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumilar, menilai minimnya wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Garut karena aksebilitas yang belum bervariasi. Ia mencontohkan, saat ini satu-satunya cara untuk pergi ke pusat kota Garut hanya menggunakan kendaraan bermotor, baik umum maupun pribadi.

"Makanya wisatawan asing yang datang masih sangat kecil. Baru swkitar 5 persen dari total kunjungan wisatawan," ujarnya, Rabu (22/1/2020).

Menurut Budi, umumnya wisman yang datang ke Indonesia itu memiliki waktu 12 hari, dengan asumsi enam hari dihabiskan di Bali sebagai magnet terkuat Indonesia di mata wisman, dua hari untuk melakukan perjalanan, dan empat hari sisanya diperebutkan daerah wisata lain, seperti Bandung dan Yogyakarta.

Budi menyebutkan, biasanya wisman yang datang ke Bandung setelah berlibur di Bali lebih memilih Garut sebagai tujuan selanjutnya. Namun dikarenakan kondisi jalan ke Garut saat ini relatif sering macet, akhirnya wisman meneruskan perjalanan ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.

"Hal itu juga disebabkan jumlah penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara Bandung yang semakin berkurang. Jadi biasanya wisman dari Bali itu mendarat di Soekrano-Hatta, lalu ke Bandung. Dari Bandung ini mereka lebih memilih ke Yogyakarta dengan kereta," ucapnya.

Kendati demikian diakui Budi, pihaknya merasa optimistis pada 2020 jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Garut akan semakin banyak. Pihaknya menargetkan pada 2020 kunjungan wisatawan mencapai 3,1 juta. Apalagi saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah merekativasi jalur kereta dari Stasiun Cibatu ke Stasiun Garut yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada awal 2020.

"Mudah-mudahan dengan kembali beroperasinya kereta ke Garut, wisatawan asing itu bisa menggunakan moda kereta. Itu pengharapan kami di 2020," katanya.

Budi menambahkan, untuk memancing wisatawan datang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut juga sudah menyiapkan sejumlah festival. Bahkan belasan festival yang sudah disiapkan tersebut terpilih dalam 167 festival unggulan Jawa Barat (Jabar) 2020 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X