Diancam Ayatollah Ali Kamenei, PM Israel Minta Bantuan Emmanuel Macron agar Prancis Tekan Iran

- 23 Januari 2020, 02:09 WIB

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron mengunjungi Negara Israel untuk melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Rabu (22/1/2020). Keduanya membahas berbagai isu yang berkembang di wilayah Timur Tengah.

"Saya baru saja menyelesaikan pertemuan yang sangat menarik dan bermanfaat dengan teman saya Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan ini membahas banyak topik di kawasan termasuk Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Turki, dan Libya," kata Netanyahu, dikutip laman Anadolu Agency.

Netanyahu mengungkapkan, kedua negara sepakat meluncurkan dialog strategis. "Kami sepakat membangun dialog strategis antara Israel dan Prancis yang akan melanjutkan kerja sama antara kedua negara mengenai kepentingan bersama kami," ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat penting dalam kebijakan luar negeri Israel. "Ini dapat membantu kita mencapai hal-hal yang sangat penting bagi keamanan negara," ujar Netanyahu.

Macron tiba di Israel pada Selasa (21/1) malam. Dia akan menghadiri World Holocaust Forum ke-5 yang dijadwalkan digelar di Yerusalem Barat pada Kamis (23/1).

Usai pertemuan, Macron lebih menyoroti masalah senjata nuklir Iran. Ia menyatakan, Prancis bertekad mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Prancis juga ingin menghindari eskalasi militer di Timur Tengah.

"Dalam konteks saat ini, Perancis bertekad bahwa Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, tetapi juga bahwa kita menghindari semua eskalasi militer di kawasan itu," kata Macron seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu kantor Netanyahu mengatakan pemimpin Israel mendesak Macron untuk menekan Iran atas apa yang disebutnya sebagai agresi di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: H. D. Aditya


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X