Satgas Citarum Harum Awasi 12 Pabrik Tekstil di Majalaya

- 23 Januari 2020, 21:08 WIB

SEBANYAK 12 pabrik tekstil di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung masih diawasi secara ketat oleh Sektor 4 Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum. Pabrik-pabrik itu dalam pengolahan limbah cairnya dinilai belum sesuai baku mutu.

Hal itu diungkapkan Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin saat bertemu dengan para pengusaha dan perwakilan pengusaha pabrik tekstil, di pabrik Sharon, Jalan Raya Rancajigang, Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (23/1/2020).

"Nama-nama ke 12 pabrik itu terus dipantau, dalam pengawasan penuh karena limbahnya belum sesuai baku mutu. Pabrik-pabrik masih diberi tanda merah. Kami berharap mereka segera memperbaiki IPAL-nya," tegas Asep.

Sedangkan 26 pabrik tekstil lainnya, imbuh Asep, berdasarkan hasil pengolahan limbahnya masih fluktuatif dan masuk kategori tanda kuning.

"Kami juga memberikan apresiasi terhadap 73 pabrik karena sudah bagus dalam pengolahan limbahnya sesuai dengan baku mutu. IPAL sudah bagus dan masuk kategori biru. Di Majalaya itu ada 111 pabrik penghasil limbah cair," jelasnya.

Asep menegaskan, sejumlah pabrik tekstil belum selesai memperbaiki IPAL-nya dengan dalih kendala anggaran, lahan yang sempit dan sumber daya manusia (SDM) yang memahami pengolahan IPAL.

"Sebenarnya, untuk memperbaiki IPAL itu bisa menggunakan anggaran dari keuntungan usaha mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun operasional. Saya juga perhatikan ada pabrik tekstil yang sudah operasional lima tahun, tapi sudah bisa membangun IPAL. Itu kan bisa jadi contoh baik," ungkapnya.

Ia mengatakan, parameter pencemaran lingkungan di Sungai Citarum dan sembilan anak sungai di Kecamatan Majalaya sudah terjadi penurunan konsentrasi mencapai 68,8 persen. Artinya sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.

"Penurunan konsentrasi pencemaran air di Sungai Citarum, air sudah tak bau lagi, air sudah tak berwarna lagi. Masyarakat sudah menikmati air tak bau lagi. Mengingat 73 pabrik sudah sesuai baku mutu dalam pengolahan limbahnya," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X