Produksi Turun dan Pengeluaran Tinggi Saham Freeport Jatuh

- 24 Januari 2020, 08:56 WIB

FREEPORT-McMoRan Inc melaporkan penurunan produksi tembaga kuartal IV dan mengatakan pihaknya memperkirakan pengeluaran lebih tinggi pada tahun ini karena transisi tambang tembaga raksasa Grasberg di Indonesia ke penambangan bawah tanah, mengirimkan sahamnya jatuh sembilan persen menjadi 11,98 dolar AS

Penambang AS telah menghabiskan miliaran dolar dalam peralihan dari tambang terbuka yang menipis dan untuk mengembangkan tambang bawah tanah yang hidup berdampingan yang akan membantu mencapai biaya rendah, produksi yang tahan lama dan menghasilkan arus kas yang signifikan di masa depan.

Produksi tembaga di Grasberg turun 14 persen pada kuartal IV, sementara total produksi logam turun 1,7 persen menjadi 827 juta pon.

Perusahaan itu mengatakan pihaknya memperkirakan belanja modal untuk 2020 menjadi sekitar 2,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dari tahun lalu, termasuk 1,8 miliar dolar AS untuk proyek-proyek besar. Perusahaan juga telah mengalokasikan 500 juta dolar AS lagi untuk pengembangan smelter baru di Indonesia.

"Kami pikir pasar telah mengambil pandangan jangka pendek 2020 dan fokus pada capex (belanja modal) terkait smelter, pedoman kuartal pertama dan biaya tunai," kata Analis Deutsche Bank, Chris Terry.

Unit biaya tunai bersih diperkirakan rata-rata 1,75 dolar AS per pon tembaga untuk 2020, kata perusahaan itu, dibandingkan dengan 1,74 dolar AS tahun lalu.

Freeport memperkirakan penjualan 725 juta pon tembaga dan 105.000 ounce emas pada kuartal pertama.

Kepala Eksekutif Richard Adkerson mengatakan tembaga akan diuntungkan bahkan selama pertumbuhan global sedang, tetapi menambahkan harga saat ini masih jauh di bawah insentif yang diperlukan untuk menarik pasokan baru.

Harga rata-rata yang diterima Freeport untuk tembaga turun sedikit menjadi 2,74 dolar AS per pon pada kuartal keempat.

Halaman:

Editor: Rosyad Abdullah


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X