Hari Ini Ada Lima Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Terendam Banjir

- 24 Januari 2020, 16:28 WIB
/dok

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) melaporkan lima kecamatan di Kabupaten Bandung kembali disergap banjir, Jumat (24/1/2020). Kelima wilayah yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah dan Kecamatan Rancaekek.

Manajer Pusdalop BPBD Jabar, Budi Budiman Wahyu mengatakan, banjir diakibatkan hujan yang mengguyur sejak Kamis (23/1/2020) malam hampir merata di wilayah Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung. Suplai air lebih dominan dari sungai Citarum dan Cikapundung.

Hingga pukul 10.00 WIB ketinggian air di Kecamatan Dayeuhkolot, Desa Dayeuhkolot mulai dari 10-140 cm. Lalu di Kecamatan Bojongsoang, Desa Bojongsoang 10-50 cm. Di Kecamatan Baleendah, Kelurahan Andir tinggi mata air 10-120 cm dan di Kecamatan Rancaekek Desa Sukamanah tinggi air 10-60 cm.

"Selain itu ada pengungsi di dua titik yaitu di Dayeuhkolot dan Baleendah," kata dia.

Pengungsi Kecamatan Dayeuhkolot ditempatkan di Aula Desa Dayeuhkolot, dengan asal pengungsi dari RW 04, RW 05, RW 14 yang terdiri dari 23 KK yang meliputi 71 jiwa, 9 lansia, 5 balita, dan satu bayi. Pengungsi Kecamatan Baleendah di Gedung Inkanas terdiri dari 9 KK meliputi 27 jiwa, dua lansia, dan empat balita.

"Total ada 32 kk pengungsi yang terdiri dari, 98 jiwa, 11 lansia, 9 balita, 1 bayi, " kata dia seperti ditulis wartawan "PR", Novianti Nurulliah.

Diakui Budi, upaya yang telah dilakukan BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung melalui Call Center (022) 85872591 terkait dengan kejadian banjir. BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bandung masih mematau ketinggian TMA. Personel BPBD melakukan Asessment dan tim BPBD Siaga di Posko Baleendah 10 personel dipimpin oleh Kasi Logistik.

"Petugas Pusdalops Siaga 5 orang dipimpin oleh Kabid KL. Shelter pengusian Dayeuhkolot petugas siaga 3 orang dan menyiapkan shelter pengusian," kata dia.

Dia menambahkan, kondisi terkini personel BPBD melakukan asessment dan evakuasi warga dan sebagian siaga di posko lapangan (gedung eks Inkanas). Jalan Andir-Katapang belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Pihaknya support peralatan berupa perahu karet 2 unit dan perahu fiber 4 unit.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X