Cegah Corona Masuk Bandung, Thermal Scanner Dipasang di Bandara Husein Sastranegara

- 28 Januari 2020, 13:05 WIB
/kumparan

KABID Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani menyebutkan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di Kota Bandung, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Langkah itu diambil untuk memantau pendatang yang masuk ke kota Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara.

Menurut Rosye, salah satu cara yang dilakukan KKP dan juga Dinkes adalah memasang thermal scanner (pemantau suhu badan) di pintu kedatangan Bandara Husein. Selain itu kartu kewaspadaan terhadap penyakit pun sudah dibagikan.

"Pintu masuk negara yang kemungkinan ada terkoneksi keluar itu kita punya Husein. Di Husein di sana sudah terpasang thermal scanner dan juga sudah dibagikan kartu kewaspadaan terhadap penyakit. Dimana KKP lembaga yang punya otoritas di pintu masuk negara termasuk di Bandara. Nah kita berkoordinasi terus dengan KKP," terang Rosye saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Selasa (28/1/2020).

Menurut Rosye, pengidap corona tidak bisa terlihat secara kasat mata. Pasalnya, gejala pengidap corona mirip dengan pengidap ISPA. Oleh karena itu, Rosye meminta warga untuk segera melaporkan atau membawa orang yang memiliki gejala seperti ISPA diperiksakan ke fasilitas kesehatan di kota Bandung.

"Itu (corona) biasanya progresif dengan cepat menurun sehingga dengan cepat menginfeksi paru-paru, itu yang nomor 1. Kemudian yang keduanya adalah ada riwayat berpergian ke wilayah yang endemis atau kontak dengan yang memang positif. Kita tidak bisa membedakan secara kasat mata. Makanya imbauan kami kepada masyarakat jika ada gejala seperti itu untuk datang ke fasilitas kesehatan, kami sudah mengkoordinasikan dengan fasilitas kesehatan yang ada di kota Bandung jika mendapatkan gejala seperti itu harus segera melaporkan kepada kami untuk kami tindaklanjuti pemantauannya," jelasnya dengan tegas seperti dilansir prfmnews.com.

Corona, jelas Rosye, bisa menyebar melalui kontak udara. Salah satunya adalah melalui batuk atau bersin yang tidak ditutup yang memungkinkan virus tersebar oleh udara.

Meski demikian, Rosye meminta warga untuk tidak panik dan tetap tenang. Selain itu, warga pun diimbau untuk menerapkan pencegahan dengan hal-hal yang sederhana.

"Salah satunya kita punya etika batuk, kalau batuk kita harus mengunakan tisu ditutup dan tisunya kemudian buang. Kalau tidak apa-apa gunakan lengan dalam jadi batuk harus seperti ini. Itu adalah etika batuk dipercaya bisa mencegah penyakit menular lewat saluran pernafasan termasuk corona ini," paparnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X