Oded : Banjir di Bandung Timur, Jangan Hanya Dilimpahkan Kepada Pemkot Bandung

- 29 Januari 2020, 19:27 WIB

TERJADINYA banjir yang melanda Kawasan Bandung Timur, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menuturkan bahwa penanganan bencana tersebut tidak bisa dilimpahkan kepada Kota Bandung saja. Sehingga dibutuhkan kerjasama dari semua pemerintah terkait.

"Untuk solusi banjir ini, perlu duduk bersama dan bersinergi semua pemerintah. Terlebih untuk banjir di Gedebage dan Kota Cimahi karena adanya saling bersinggungan," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya, salah satu upaya yang harus segera dikerjakan adalah pengerukan sedimentasi lumpur. Karena jika kedalaman sungai di kawasan Gedebage terus berkurang, maka potensi banjir di hilir pun akan kembali terjadi.

"Jadi tetap perlu adanya sinergitas, karena ketika sungai di kita sudah dikeruk tetapi di daerah Sapan air masih tinggi, maka percuma. Airnya akan kembali lagi ke kita, makanya disini perlunya sinergitas," terangnya.

Oded menjelaskan, tidak ada cara lain untuk penanganan banjir di Kota Bandung. Semua kepala daerah mulai dari Bupati Bandung, Wali Kota Cimahi hingga petinggi di Provinsi Jawa Barat harus duduk bersama dalam satu meja.

"Juga dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) harus ikut hadir. Saya sudah rencanakan soal rapat kerja ini, mungkin setelah saya dari Jepang. Kita akan duduk bersama untuk mencari solusi penanganan banjir," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, bahwa penyebab banjir di daerah tersebut dipengaruhi oleh hujan tahun ini yang besar dengan durasi pendek, sehingga datangnya sekaligus.

"Informasinya juga dari BMKG puncak hujan sampai Februari, diprediksi mulai Maret tidak terlalu besar. Saya sudah berkeliling di Sapan juga sudah penuh dengan air," ucapnya.

Didi menjelaskan, bahwa di wilayah tersebut juga sedang ada proses pembangunan kerata api cepat Jakarta-Bandung. Tapi dengan curah hujan yang deras, dianggap menjadi faktor dominan penyebab terjadinya banjir.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X