WHO Minta Negara-Negara Tak Lakukan Kesalahan Mematikan

- 14 Maret 2020, 12:00 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus

DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara-negara menangani penularan virus corona penyebab COVID-19 menggunakan pendekatan komprehensif.

"Bukan hanya pengujian. Tidak melacak kontak saja. Bukan melakukan karantina saja. Bukan memberlakukan jarak sosial saja. Lakukan semuanya," kata Tedros dalam taklimat kepada media pada 13 Maret 2020.

"Negara yang melihat negara lain dengan epidemi besar dan berpikir 'itu tidak akan terjadi pada kita' melakukan kesalahan mematikan. Itu bisa terjadi pada negara mana pun," ia menambahkan.

Tedros mencontohkan Cina, Korea Selatan, dan Singapura sebagai negara yang menunjukkan bahwa penggabungan upaya agresif dalam pengujian dan pelacakan kontak dengan pemberlakuan jarak sosial dan pembatasan mobilisasi penduduk dapat mencegah infeksi dan menyelamatkan nyawa.

"Jepang juga menunjukkan bahwa pendekatan seluruh elemen pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Abe sendiri, yang didukung oleh investigasi mendalam terhadap klaster, merupakan langkah penting dalam mengurangi penularan," katanya.

WHO sudah membuat panduan dan saran jelas bagi pemerintah, dunia usaha, dan individu untuk mencegah penularan Covid-19.

"Pertama, bersiap dan siaga. Setiap orang harus mengetahui tanda-tanda dan gejala serta cara melindungi diri sendiri dan orang lain," kata Tedros.

Selain itu, setiap petugas kesehatan harus dapat mengenali penyakit ini, memberikan perawatan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan pada pasien mereka. Setiap fasilitas kesehatan harus siap menghadapi pasien dalam jumlah besar dan memastikan keselamatan staf dan pasien.

"Kedua, deteksi, pelindungan, dan perawatan. Anda tidak bisa melawan virus ini kalau tidak tahu di mana dia berasa. Temukan, isolasi, tes, dan tangani setiap kasus untuk memutus rantau penularan," kata Tedros.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X