Ada Temuan, Legislator Minta Pengawasan Peredaran Gula Pasir Diperketat

- 23 Maret 2020, 18:45 WIB

TEMUAN 160 ton gula pasir di Gudang Jalan Ir H. Djuanda Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/3/2020) lalu, bukan penimbunan. Hal tersebut diungkapkan Sat Reskrim Polres Tasikamalaya Kota, setelah melakukan pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan pemeriksaan dokumen terkait keberadaan ratusan ton gula pasir itu. Hasilnya, gula itu bukan ditimbun tapi stok barang yang akan disebar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Priangan Timur.

"Kami sudah melakukan pengecekan ulang ke lokasi dan memang ada gula putih yang tersimpan di sana sebanyak 160 ton. Gula tersebut stok untuk didistribusikan ke wilayah Garut, Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya Kota dan Kabupaten," katanya, Senin (23/3/2020).

Pihaknya juga, kata Yusuf, sudah mengecek semua berkas dokumen soal gula putih itu. "Hasil dari pemeriksaan tim di lapangan, berdasarkan berkas-berkas administrasi, barang itu masuk ke gudang gula pada Sabtu (21/03/2020) dini hari. Hari ini sudah didistribusikan ke seluruh wilayah di Priangan Timur," katanya.

Untuk sementara disimpulkan, lanjut Yusuf, penyimpanan gula pasir sebanyak 160 ton tersebut belum termasuk kategori penimbunan. Akan tetapi jika ada perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali. Bahkan pemilik gudang juga sudah dimintai keterangan.

Kepala gudang, Joni Suparman mengatakan, gula tersebut didatangkan dari Jakarta. Dalam satu hari pengiriman hanya satu truk tronton. "Satu hari satu tronton dan dikirim setiap hari dari Jakarta," ucapnya singkat.

Diminta tanggapannya secara terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Marsandi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan temuan gula pasir dalam jumlah banyak dalam satu gudang sementara dipasaran langka.

"Atas temuan itu saya minta jangan sampai ditunda-tunda pendistribusianya. Sebab, bisa mengakibatkan kenaikan harga karena permintaan tinggi sedang stok barang dipasaran minim," katanya.

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Sebab, kebutuhan gula yang cukup tinggi berimbas pada kelangkaan sebagai dampak dari mewabahnya virus corona diberbagai daerah di Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X