BPBD Sosialisasikan Social Distancing di Pengungsian Korban Banjir

- 1 April 2020, 15:51 WIB

DI tengah wabah virus corona (covid-19), para pengungsi korban banjir terlihat menempati gedung pengungsian (Gedung Inkanas Baleendah), yang sudah bertahun-tahun mereka tempati ketika bencana banjir rutin melanda. Gedung pengungsian berlantai dua itu ditempati sekitar 63 kepala keluarga atau sekitar 185 jiwa korban banjir asal Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah.

Sementara itu, jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Bandung itu totalnya mencapai 3.500 jiwa dan 25.000 rumah, 33.000 kepala keluarga dan 104.000 jiwa terdampak banjir dalam tiga hari terakhir ini.

Ribuan pengungsi korban banjir itu, selain menempati Gedung Inkanas Baleendah, juga tersebar di Shelter Parunghalang, Mesjid Nurul Huda, Mesjid Al-Hidayah, rumah kontrakan, rumah saudara, Madrasah Nurul Haq, ADB 2 Bojongsoang, SDN 2 Bojongsoang, SDN Cijagra Mesjid RW 17, Paud, Posyandu, Shelter Desa Dayeuhkolot dan Ashofia. Mereka merupakan para pengungsi korban banjir asal Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Bandung itu, para personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung ekstra kerja keras untuk membantu para pengungsi korban banjir dalam kondisi pencegahan penularan wabah virus corona.

Mengingat di sejumlah tempat pengungsian itu merupakan tempat berkumpulnya warga pengungsi korban banjir. Meski demikian, BPBD pun berusaha untuk melakukan pencegahan penularan wabah covid-19. Dengan harapan para pengungsi korban banjir tetap sehat.

"Untuk mencegah penularan wabah virus corona di lokasi pengungsian, kita mencoba mewaspadainya dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat pengungsian. Saat penyemprotan disinfektan, para pengungsi pun tidak boleh masuk ke dalam ruangan. Baru setelah disemprot disinfektan beberapa lama, para pengungsi kembali masuk ke dalam ruangan," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si., kepada galamedianews.com, Rabu (1/4/2020) siang.

Jajaran personel BPBD pun berusaha untuk mensosialisasikan social distancing maupun physical distancing kepada para pengungsi korban banjir.

"Sebenarnya, para pengungsi itu banyak yang belum tahu apa social distancing. Tetapi secara perlahan mereka juga paham untuk menjaga jarak di antara para pengungsi korban banjir. Minimal mengatur jarak satu meter di antara pengungsi, supaya bisa menghindari para pengungsi berkerumun atau berkumpul," kata Akhmad.

Di lokasi pengungsian, kata Akhmad, disiapkan tempat cuci tangan pakai sabun, supaya para pengungsi tetap terbiasa menjaga kesehatannya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X