Nekat, Demi Ingin Mudik di Tengah Pandemi Corona Pria Ini Pura-Pura Meninggal dan Diangkut Ambulans

- 4 April 2020, 12:52 WIB
ilustrasi

VIRUS corona atau Covid-19 membuat ruang gerak manusia menjadi terbatas. Imbauan untuk melakukan aktivitas di rumah menjadi langkah antisipasi penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, Cina ini.

Bahkan beberapa negara memberlakukan lockdown, seperti di India yang secara tegas melarang warganya untuk keluar dari rumah. Bahkan di sana pihak kepolisian tak segan-segan untuk menghukum warganya yang masih bandel keluar rumah.

Nah, karena takut dihukum oleh polisi, seorang penduduk di sebuah kampung pedalaman Kashmir nekat mudik dengan cara berpura-pura meninggal dengan diangkut mobil ambulans.

Dari Berita Harian dilansir 100KJP, seorang penduduk iu bernama Hakim Din yang hendak mudik dari Kashmir ke wilayah Poonch. Sebelumnya pria berusia 70 tahun ini memang sempat di rawat di rumah sakit di daerah Jammu, untuk menjalani perawatan karena mengalami cidera ringan di kepala.

Dia dapat ide gila itu dari seorang supir ambulans, yang menyarankan dia untuk pura-pura meninggal agar bisa melewati pos pemeriksaan polisi. Ide gila itu diterima, kemudian Hakim mengajak tiga temannya yang juga mudik ke wilayah Poonch, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Pakistan.

Belum sampai ke kampung halaman, akal-akalan Hakim terendus polisi. Menurut Inspektur Polisi, Ramesh Angral, keempat pria yang diangkut oleh mobil ambulans ini sudah berkendara sejauh lebih dari 160 kilometer, dan melewati banyak pos pemeriksaan. Pasalnya selain pura-pura meninggal mereka juga bawa surat kematian palsu.

"Ambulans itu dihentikan di pos pemeriksaan terakhir dan polisi mendapati lelaki yang diselubungi kain dalam kendaraan itu kelihatan masih hidup," ujar Ramesh.

Mereka kemudian ditangkap dan dikarantina secara terpisah. Mereka menghadapi tuduhan menipu dan melanggar aturan pemerintah terkait kebijakan lockdown.

India memberlakukan lockdown sejak 24 Maret 2020 hingga 21 hari kedepan. Kasus corona di sana mencatat lebih dari 1.600 positif dengan angka kematian sebanyak 38 kasus.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X