KONI Jabar: Lebih Bijak PON XX Tetap Digelar di 2020

- 17 April 2020, 17:37 WIB

PANDEMI virus corona yang belum mereda membuat pelaksanaan PON XX/2020 besar kemungkinan bakal ditunda. Namun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat berharap pelaksanaan PON di Provinsi Papua itu tetap digelar pada 2020.

"Setidaknya ada tiga dasar pemikiran terkait pelaksanaan PON XX, yakni kualitas prestasi atlet pada ajang PON yang terjaga, venue dan segala fasilitas pendukung lain sesuai rencana atau selesai dan tersedia, dan wabah virus Corona (Covid-19) selesai pada bulan Mei-Juni 2020. Jadi menurut pendapat kami, akan bijak bila PON tetap dilaksanakan di tahun 2020," tutur Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin di Bandung, Jumat (17/4/2020).

Ahmad menilai, bulan pelaksanaa PON XX dapat disesuaikan meskipun mengalami penundaan. Yang terpenting, kata Ahmad, cabang olahraga berkesempatan menjalani latihan setidaknya dengan durasi lima sampai enam bulan sebelum PON digelar

"Pelaksanaan PON XX juga kami harap tetap digelar 2020 karena terkait marwah, semangat dan motivasi Provinsi Papua agar tetap terjaga. Dengan demikian, nilai strategis dari PON XX masih tetap unggul, khususnya dalam memperkuat nasionalisme," jelas dia seperti ditulis wartawan "PR", Arif Budi Kristanto.

Akan tetapi Ahmad mengakui, diperlukan permohonan dan keputusan Pemprov Papua maupun PB PON XX secara resmi ke KONI Pusat serta pemerintah dalam hal waktu pasti pelaksanaan PON XX. Apalagi, Kemenpora yang sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPR sebagai bahan usulan ke Presiden.

"Tapi kalau memang PON XX tetap harus dilaksanakan pada 2021, kami harap segera ada keputusan resmi yang dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Presiden. Baiknya pada Mei 2020 sudah ada keputusan pasti pengunduran PON XX ke tahun 2021 melalui keputusan presiden atau peraturan presiden agar masing-masing KONI provinsi memiliki waktu untuk memasukkan dana mengikuti PON pada usulan anggaran 2021 yang pengajuannya ditutup di bulan Juni 2020. Selain itu, perlu jadi pertimbangan juga terkait adanya kemudahan bagi kontingen atau provinsi memiliki waktu latihan dan persiapan," papar Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, secara umum anggaran akan disalurkan pada bulan April atau Mei tahun berjalan. Maka apabila PON XX digelar pada 2021, dibutuhkan waktu bagi atlet cabang olah raga untuk dapat menjalani latihan dan persiapan lainnya.

"Maka kalau PON XX tetap digelar pada 2021, minimal lima sampai enam bulan setelah anggaran di setiap provinsi disalurkan. Dilihat dari sisi kemampuan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, pada tahun 2021 diprediksi anggarannya akan sangat terbatas karena terpakai di tahun ini untuk penanganan Covid-19. Termasuk roda ekonomi yang tidak lancar bahkan stagnan," terangnya.

Dia menilai, perlu komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk bisa mendukung anggaran penyelenggaraan PON XX maupun pengiriman kontingen dari KONI Provinsi apabila PON XX digelar di tahun 2021. Apalagi, pada 2021 juga sudah menunggu berderet agenda olah raga akbar di antaranya Olimpiade Tokyo pada Juli-Agustus 2021 serta SEA Games XXXI di Vietnam pada November-Desember 2021.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X