Hari Pertama PSBB di Kota Bandung, Masih Ada Pedagang yang Belum Bermasker

- 22 April 2020, 15:30 WIB
Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung Herry Hermawan

HARI pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung, kondisi pasar tradisional kondusif dan tidak ada protes baik dari pembeli maupun pedagang. Hanya saja masih ada yang melanggar soal masker dan jaga jarak. Masih banyak pedagang dan pembeli yang menggunakan masker tidak tepat.

Menurut Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Herry Hermawan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran Nomor 5112, pada 20 April yang mengacu pada Perwal Nomor 14 Tahun 2020 terkait PSBB. Di mana delapan pasar tematik yakni Cimol Gedebage, Banceuy, Cikapundung, Jatayu, Sukahaji, Pasar Kembang Wastukancana, Pasar Kebonsirih dan Pasar Kota Kembang tutup.

Sementara untuk pasar yang menjual bahan pokok pangan pada masyarakat berjumlah 23 unit pasar tetap buka. Namun, kata Herry, pihaknya memberikan kebijakan pembukaan terbatas dari pukul 04.00-12.00 WIB.

"Jadi harus dipastikan pukul 12.00 WIB tutup setelah melayani masyarakat. Kami juga ada perintah untuk melakukan penutupan pada kios-kios yang tidak jual bahan pokok pangan, selama pelaksanaan PSBB ini," ungkapnya.

Selama pelaksanaan PSBB hari pertama, pihaknya pun melakukan monitoring. Kondisi pasar tematik maupun yang jual bahan pokok pangan berjalan kondusif. Tidak ada protes dari pedagang maupun pembeli.

"Kami tetap pantau dengan melakukan patroli terhadap kondisi pasar ini," ungkapnya.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna, kata Herry, pada Rabu (22/4/2020) pun melakukan pemantauan ke tiga pasar yakni Pasar Sederhana, Pasar Anyar dan Leuwipanjang.

"Memang kondisinya masih banyak pelaksanaan physical distancing maupun penggunaan masker yang enggak dipatuhi. Kami melihat masih banyak para pengunjung maupun pedagang  yang menggunakan masker tapi tidak tepat, ketika mereka berbicara membuka maskernya, kemudian kita tegur, dipakai lagi," terangnya.

Pihaknya pun, lanjut, Herry, kerap menegur bila ada kerumunan-kerumunan di pasar dan meminta pembeli segera pulang setelah selesai belanja. Hal itu sebagai upaya pencegahan yang dilakukan di kawasan Pasar.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X