Larangan Mudik untuk Keselamatan Rakyat

- 23 April 2020, 20:31 WIB

TRADISI mudik sudah sejak lama menjadi kebiasaan bagi masyarakat yang pulang kampung dari perantauan. Tradisi mudik itu dilaksanakan setiap memasuki bulan suci Ramadan atau jelang Hari Raya Idulfitri.

Namun saat ini dihadapkan pada kondisi yang berbeda, karena dampak wabah Covid-19 atau virus corona melanda negeri ini. Hampir sebagian besar provinsi di Indonesia terpapar pandemi virus baru tersebut, yang saat ini menjadi bencana global karena melanda hampir di 200 negara di dunia termasuk Indonesia. 

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah pusat mengeluarkan larangan sementara penggunaan transportasi umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik pada Idulfitri 1441 H efektif diberlakukan pada Jumat (24/4/2020) pukul 00.00 WIB.

Kebijakan larangan mudik itu, Presiden Joko Widodo telah menjalankan amanah sebagai seorang kepala pemerintahan dan seorang kepala negara dengan tegas melarang mudik lebaran tahun ini demi menjaga keselamatan rakyat Indonesia dari penyebaran corona virus disease (Covid-19).

Demikian ditegaskan tokoh nasional yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait kepada galamedianews.com dalam rilisnya, terkait dengan larangan tegas Jokowi agar tidak mudik,  Kamis (23/4/2020).

"Sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat, Pak Presiden tahu persis dan selalu menjadikan rakyat sebagai hal utama dan pertama dalam membuat kebijakan. Pak Jokowi sedang menjaga kesehatan dan keselamatan rakyat," ungkap Maruarar yang dikenal dekat dengan Jokowi.

Soal larangan mudik ini kembali ditanyakan kepada Maruarar sebab orang yang pertama menyatakan keyakinan bahwa Jokowi akan melarang mudik adalah Maruarar. Tiga pekan lalu bahkan sikap orang dalam pemerintahan sendiri tak satu suara.

Misalnya pernyataan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada 27 Maret lalu. Ia mengatakan bahwa pemerintah merekomendasikan larangan mudik. Sementara itu, Juru  Bicara Presiden Fadjroel Rachman, mengatakan bahwa tak ada larangan resmi terhadap pemudik Idulfitri 2020 M/1441 H. 

Pernyatan Fadjroel Rachman pada 2 April ini kemudian diralat sehari setelahnya pada 3 April lalu oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang menegaskan, bahwa pemerintah justru sangat meminta masyarakat agar tak perlu kembali ke kampung halaman. 

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X