Lagi, Dua Orang Berstatus PDP di Garut Meninggal Dunia

- 29 April 2020, 19:54 WIB
ilustrasi

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, mencatat terdapat dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia pada Rabu (29/4/2020) ini. Dengan tambahan dua orang tersebut, sampai saat ini jumlah PDP yang meninggal dunia di Kabupaten Garut menjadi 11 orang.  

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R. Darajat, mengatakan dua PDP yang meninggal pada Rabu tersebut masing-masing adalah laki-laki berusia 50 tahun asal Kecamatan Cigedug, dan perempuan berusia 21 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul. Keduanya, terang Ricky,
memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Dengan demikian, maka total PDP meninggal di Kabupaten Garut sampai hari ini sebanyak 11 orang. Hampir dipastikan semuanya ada penyakit penyerta," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Ricky, jenazah dua pasien berstatus PDP itu sudah mendapatkan penanganan sesuai protokol kesehatan. Karena itu, warga tidak perlu khawatir akan terjadi penularan dari pasien yang meninggal tersebut.  

Ricky menyebutkan, secara total korban meninggal dunia dalam kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sampai saat ini sudah mencapai 23 orang. Sementara, total  kasus Covid-19 (OTG, ODP, PDP dan Konfirmasi +) hingga Rabu (29/4/2020) sebanyak 3.010 kasus.

"Terdiri dari OTG 576 orang, dimana 236 masih dalam tahap observasi dan 340 selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian," ucapnya.

Sedangkan ODP, sebanyak 2.373 kasus, dengan rincian 145 kasus masih pemantauan, 13 dalam perawatan, dan 2.215 selesai pemantauan dimana 11 diantaranya meninggal. Lalu PDP, 51 kasus, dengan rincian 5 kasus sedang dalam perawatan dan 46 kasus selesai pengawasan dimana 11 diantaranya meninggal.

"Untuk Konfirmasi + sebanyak 10 kasus, terdiri 7 dalam perawatan di rumah sakit, 1 kasus isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium, 1 kasus dinyatakan sembuh, dan 1 kasus meninggal," katanya.

Ricky menambahkan, adapula Infirmasi yang kurang baik, yaitu ditemukan kasus hasil rapid test Reaktif sebanyak 2 orang, yaitu perempuan 29 tahun dan laki-laki 27 tahun. keduanya berasal dari Kecamatan Karangpawitan.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X