Dispangtan Jamin Pengawasan Daging di Kota Bandung Ketat

- 11 Mei 2020, 15:34 WIB
PERSONEL Satreskrim Polresta Bandung memperlihatkan sejumlah barang bukti daging babi yang diklaim daging sapi dari lemari pendingin yang berhasil diamankan dari tangan tersangka, saat gelar perkara di Markas Komando Polresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (11/5/2020).

MENGANTISIPASI  peredaran daging celeng terlebih di bulan suci Ramadan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung secara rutin melakukan pengawasan pangan segar di pasar tradisional dan pasar modern. Namun bisa saja terdapat penjualan daging secara individual, sehingga warga diminta untuk waspada.

"Secara periodik kita lakukan tes atau pemeriksaan pangan. Bahkan tidak hanya Dispangtan, pemeriksaan bisa dilakukan mandiri karena saat ini di pasar tradisional maupun pasar modern sudah ada minilab dan memiliki test kit," ujar Kepala Dispangtan Kota Bandung Gin Gin Ginanjar, Senin (11/5/2020).

Melalui pemeriksaan, kata Gin Gin, dapat diketahui kemurnian daging sapi atau terdapat campuran.

"Selama produk tersebut masuk ke tingkat pasar, saya yakin bisa diantisipasi karena ada pemeriksaan rutin. Yang dikhawatirkan itu enggak ke pedagang tapi diedarkan ke pribadi pribadi," ungkapnya.

Terlebih, lanjut Gin Gin, pedagang pasar di Kota Bandung sudah lebih aware dan dewasa. Bila diketahui terdapat keanehan dengan produknya, mereka akan waspada dan langsung lapor pada pihak berwenang.

"Kalau masuk ke pasar umum, bisa tertangani karena kita rutin lakukan pemeriksaan. Apalagi pedagang pasar di Kota Bandung relatif dewasa, dia enggak mau ada produk yang tidak halal dan tidak bagus. Kalau ada seperti iti, pasti mereka laporkan," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, siklus distribusi daging yang akan diedarkan peda padagang cukup ketat. Pengusaha harus memiliki SKKD (Surat Keterangan Kesehatan Daging). Daging yang akan dijual pun harus memenuhi syarat-syarat, salah satunya kualitasnya bagus.

"Karena kalau enggak dipenuhi syarat-syaratnya, perusahaan atau distributor spai iti bisa k3na backlist," terangnya.

Karena itulah, kata Gin Gin, daging yang masuk ke pasar bisa diantisipasi, kecuali dijual ke perorangan.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X