Penghapusan UN Berdampak pada Kebijakan PPDB 2020 Kota Bandung

- 11 Mei 2020, 17:20 WIB

DIHAPUSNYA nilai Ujian Nasional (UN) yang diganti menjadi nilai rapor akumulatif, memberikan dampak pada kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung terkait mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020.

Mekanisme PPDB ini dengan rinciannya yaitu jalur zonasi sebanyak 50 persen, kemudian 15 persen jalur afirmasi (masyarakat tidak mampu), 5 persen perpindahan tugas orangtua, dan 30 persen untuk jalur prestasi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan mengatakan, pihaknya tengah mengkaji teknis PPDB 2020. Hal ini lantaran di dalam peraturan walikota (Perwal), tercantum pendaftaran siswa didik baru harus melalui mekanisme kolektif dan sekolah tujuan yang menyeleksi siswa baru.

"Jadi kita baru mendengar bocoran peraturannya, karena setelah UN dibatalkan kuota PPDB mengalami perubahan," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Senin (11/5/2020).

Walau demikian, menurutnya peraturan mengenai zonasi PPDB yang mengalami penurunan persentasenya perlu dipertanyakan. Karena sejauh ini perubahannya tersebut tanpa kajian.

Dikatakannya dari hasil rapat kerja bersama Disdik Kota Bandung, pembahasan baru mengerucut sebatas informasi akan dilaksanakannya jadwal PPBD saja. Sementara untuk teknis pelaksanaannya akan dibahas dalam rapat kerja komisi D mendatang.

Heri menjelaskan, dengan belum disepakatinya mekanisme PPDB yang akan menggunakan sistem kolektif online dari sekolah asal, maka wacana untuk melakukan jemput bola bagi calon peserta didik baru sebagai solusi bagi masyarakat yang tak memiliki fasilitas internet.

"Sebab masih ada kekosongan aturan dalam mekanisme pendaftaran. Apa mau di sekolah atau rumah, tingkat integritasnya belum terjamin," ucapnya.

Ia menerangkan akan ada permasalahan yang muncul berkaitan dengan penggunaan persentase kuota zonasi dan nilai rapor akumulatif, karena standar tiap sekolah yang berbeda-beda.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X