Antisipasi Daging Celeng, Pemkot Bandung Sidak 25 Pasar Tradisional

- 12 Mei 2020, 16:30 WIB

ANTISIPASI peredaran daging celeng, PD Pasar Bermartabat Kota Bandung bersama Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung melakukan pemeriksaan di 25 pasar tradisional, Selasa (12/5/2020). Hasilnya, tidak ditemukan adanya daging celeng di ke-25 pasar pangan tersebut.

"Di tiap pasar kita punya minilab. Minimal seminggu sekali kita lakukan pemeriksaan. Hari ini kita cek secara serentak di seluruh pasar pangan, hasilnya negatif tidak ditemukan daging celeng, yang dijual murni daging sapi," ujar Humas PD Pasar Kota Bandung Iqbal Nurhakim, Selasa.

Selain pengecekan, kata Iqbal, PD Pasar pun menyosilisasikan dan mengedukasi tentang bahayanya menjual daging celeng kepada pedagang. "Di setiap pasar itu ada koordinator pedagang khusus pedagang daging sapi, kita sosialisasikan pada mereka," ungkapnya.

Para pedagang, lanjutnya, diminta untuk teliti dan hati-hati, jangan sampai juga membodohi konsumen. "Kita informasikan ke pedagang untuk hati-hati, tapi saya rasa pedagang juga sudah lebih mengerti. Tapi kami akan terus sosialisasikan masalah ini," ungkapnya.

Di tiap pasar, kata Iqbal, minimal terdapat dua pedagang daging sapi. Pihaknya akan mengintesifkan pemeriksaan, terlebih di tiap pasar terdapat minilab dan petugas pun sudah diberi pelatihan sebelumnya oleh  Dispangtan Kota Bandung.

"Biasanya pemeriksaan dilakukan sekali dalam satu minggu, saat ini kita akan intensifkan, bisa jadi tiap hari. Selain oleh petugas minilab yang ada di tiap pasar, Dispangtan pun kerap melakukan pengecekan," tuturnya.

Sementata itu Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan pihak kepolisian sudah menindak pedagang daging celeng (menyerupai daging sapi) di Kabupaten Bandung. Hal ini tentunya harus diantisipasi jajaran dinas di Pemkot Bandung agar tak terjadi di Kota Bandung.

Pasalnya, kata Tedy, orang yang pikirannya sekedar mencari untung selalu berusaha mencari celah. "Kalau ada celah, orang yang pikirannya sekedar cari untung ini pasti berusaha memanfaatkannya. Makanya harus segera diantipasi," ungkapnya.

Namun, ungkap Tedy, di Kota Bandung secara kebijakan sudah bagus. Di mana, Dispangtan memiliki rumah pemotongan hewan. Tempat pemotongan sapi dan babi pun dipisah. "Begitu pula pedagang daging sapi dan daging babi dipisah tempat jualannya dan jelas peruntukkannya, jadi kalau ada yang jual diluar itu akan ketahuan," terangnya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X