Warga Braga Berharap Pemilik Lahan Gang Apandi Segera Beri Kompensasi

- 18 Mei 2020, 16:24 WIB

SEJUMLAH warga RW 08 Kelurahan Braga berharap pemilik lahan Gang Apandi segera membagikan dana kompensasi bagi warga sekitar. Pasalnya, dana tersebut bisa bermanfaat bagi warga ditengah pandemi Covid-19.  

Salah seorang warga RW 08 Kelurahan Braga, Suryati mengharapkan warga lain dan pengurus RW berdamai dengan pemilik lahan Gang Apandi. Pasalnya, perselisihan paham soal Gang Apandi ini menyita waktu dan tenaga warga setempat juga.

“Kalau dari kebutuhan warga, sebenarnya penutupan Gang Apandi mah enggak terlalu berpengaruh karena ada Gang Cikapundung yang masih jadi jalan utama untuk lalu lintas warga. Ya, saya sih pengennya warga lain dan pengurus RW mulai damai lah. Semoga semua segera berakhir karena enggak ada yang menang atau kalah, untung atau rugi,” katanya, Senin (18/5/2020).

Warga setempat juga pernah mengadukan masalah ini ke DPRD Kota Bandung. Dari informasi yang diterimanya bersama  warga lainnya, Komisi A DPRD Kota Bandung telah memberikan pernyataan resmi terkait perselisihan Gang Apandi.

Dalam nota Komisi A pada 21 April 2020 disebutkan bila berdasarkan aspek hukum bahwa saudara Yosafat Winata
berdasarkan 12 putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap adalah pemilik sah dari lahan di gang apa di Jalan Braga Kota Bandung dan telah memiliki SHGB sejak tahun 1961 yaitu No. 7 8 1 No.7 82 dan No. 7 4 7/kelurahan Braga

Kemudian berdasarkan keterangan Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung, Gang Apandi di Jalan Braga Kota Bandung sebagaimana diperkuat oleh surat pemberitahuan dari Kantor Pertanahan Kota Bandung provinsi Jawa Barat Nomor 372/13.32.73/SKP/III dari 2019 tanggal 8 Maret 2019 tentang hasil peninjauan lapangan tanggal 15 Februari 2019 yang dilaksanakan bersama-sama dengan para pihak Bagian Hukum Bagian Aset Pemerintah Kota Bandung dan Muspika Kecamatan Sumur Bandung, adapun Gang Apandi yang dimaksud aset Pemerintah Kota Bandung adalah jalan yang sekarang di kenal sebagai jalan Suniaraja. Selain itu terdapat akses jalan alternatif lain yang berjarak kurang lebih 30 meter sebelah Selatan yaitu Gang Cikapundung

“Ya, saya melihatnya kalau Gang Apandi ditutup tidak benar-benar menutup jalan. Karena bisa lewat gang lain. Saya sama beberapa warga melihatnya, mungkin niat baik pemilik lahan Gang Apandi yang mau ngasih kadeudeuh dari dulu. Ya, saya mah jujur butuh, kondisi corona gini mah bikin pusing,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, juru bicara pemilik lahan Gang Apandi, Irvan Ansori Mutaqin menjelaskan, status Gang Apandi secara hukum dan administrasi semakin kuat dengan adanya Nota Komisi A DPRD Kota Bandung. Walau demikian, pemilik lahan tetap ingin memberikan uang kadeudeuh bagi warga meski bukan termasuk kewajiban.

“Sejak awal, pemilik lahan berinisiatif untuk memberikan kompensasi bagi warga karena selalu ingin menghindari konflik. Pemilik sangat memikirkan warga. Beliau berpesan agar amanah ini bisa tersalurkan apalagi di tengah kondisi dampak wabah corona ini. Beliau hanya ingin menciptakan kerukunan, itu saja sih harapan besarnya,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X