Kopid3@se, Alat Pelindung Tenaga Kesehatan Agar Tidak Terpapar Pasien Covid-19, Diciptakan FK Unisba

- 19 Mei 2020, 13:49 WIB

DALAM pandemi Covid-19 ini, pasien yang datang ke rumah sakit sering kali tidak memahami atau tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi virus Covid-19. Sehingga hal ini beresiko menjadi sumber transmisi, khsusnya kepada tenaga medis.

Ini banyak terjadi saat ini, dan sudah banyak tenaga medis yang terpapar Covid-19, bahkan tidak sedikit yang meninggal. Orang tanpa gejala (OTG) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan untuk memastikan keamanan saat memeriksanya supaya tidak beresiko terkena transmisi infeksi dari pasien.

Resiko transmisi infeksi dari pasien kepada tenaga kesehatan pada saat pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis sangat tinggi, sehingga standar perlindungan yang memadai sangat diperlukan. Kondisi ini yang membuat Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Unisba untuk menciptakan alat yang bisa menjaga keamanan dokter dan paramedis saat ini.

Mereka berhasil menciptakan Kopid3@se (dibaca: Kopidtriase). Alat ini merupakan sebuah instalasi multiguna untuk prosedur diagnostik yang aman dari resiko transmisi infeksi Covid-19. Melalui alat ini,ruang pemeriksaan dokter dan pasien terpisah oleh dinding transparan.

Dokter atau tenaga medis berdiri di zona dokter dan memeriksa pasien menggunakan APD hanya tangannya saja yang berada di zona pasien. Sehingga bisa langsung “menyentuh” atau memeriksa pasien.

Ketua tim peneliti, Dr. Maya Tejasari dr., M.Kes., mengatakan, instalasi ini merupakan prototipe kedua dari desain serial KopidÞrotection yang dikembangkan oleh FK Unsiba setelah prototipe pertama yaitu Kopidshield yang telah dipergunakan di RS Al Islam Bandung.

"Kopid3@se ini merupakan instalasi multiguna yang memisahkan zona pasien dengan zona tenaga kesehatan secara kedap sempurna dilengkapi sistem tekanan negatif yang telah terkalibrasi. Sehingga dapat mencegah resiko transmisi termasuk Covid-19 dari pasien kepada tenaga kesehatan," ungkap Maya di sela-sela penyerahan Kopid3@se melalui pertemuan virtual dari FK Unsiba ke RS Al-Ihsan, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, instalasi ini didesain secara ergonomis dengan memenuhi standar keselamatan biologi, sehingga tenaga kesehatan cukup menggunakan APD sederhana. Kopid3@se ini dilengkapi dengan peralatan pendukung untuk melakukan prosedur diagnostik seperti, anamnesis, pemeriksaan fisik, rapid test/pengambilan darah, dan pengambilan spesimen swab dalam satu lokasi. Sehingga hal ini bisa meminimalisasi resiko transmisi antar pasien.

“Unit ini juga memiliki kelebihan karena dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Serta dibuat menggunakan material yang mudah didapat dan dapat dikembangkan secara luas di seluruh fasilitas kesehatan. Lalu, bisa digunakan tidak saat pandemi tapi saat pemeriksaan bisa,” katanya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X