SPSI Kabupaten Bandung Peduli Kucurkan Bantuan Rp10 Juta Per Buruh

- 21 Mei 2020, 10:53 WIB

SERIKAT Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bandung akan meluncurkan program "SPSI Peduli" untuk membantu 100.000 buruh yang terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona.

Pada tahap pertama, SPSI Peduli ini menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun yang akan digulirkan kepada para buruh dalam bentuk bantuan pinjaman lunak sebesar Rp10 juta per orang.

Bantuan ini dengan konsep "Sabilulungan Silih Tulungan" di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit SPSI Kabupaten Bandung Uben Yunara menyatakan, program SPSI Peduli ini untuk menanggulangi para buruh yang menjadi korban terdampak pandemi Covid-19.

"Program SPSI Peduli ini diinisiasi oleh SPSI bekerjasama dengan perusahaan besar di Jakarta sebagai penyedia anggaran tahap pertama sebesar Rp10 triliun. Program ini akan digulirkan mulai awal Juni-Juli 2020 dan akan dilanjutkan secara bertahap pada bulan berikutnya," kata Uben kepada galamedianews.com di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (21/5/2020).

Uben mengatakan teknis untuk mendapatkan bantuan lunak itu, para buruh hanya diwajibkan mengajukan persyaratan berupa KTP-elektronik dan Kartu SPSI. Persyaratan itu disampaikan ke pengurus SPSI untuk direkomendasikan mendapatkan bantuan dari perusahaan penyedia anggaran tersebut. Tanpa ada rekomendasi dari SPSI tidak bisa dicairkan.

"Bantuan pinjaman lunak itu diprioritaskan bagi para buruh yang saat ini dirumahkan dari pekerjaannya dan sambil menunggu dipekerjakan kembali. Saat ini, hampir sebagian besar buruh dirumahkan, termasuk pekerja tetap. Selain itu, diprioritaskan untuk para pekerja kontrak dengan masa kerja sudah di atas 3 tahun," ungkapnya.

Ia mengatakan untuk mengembalikan angsuran pinjaman itu, yakni dari upah kerja yang dibayarkan oleh masing-masing perusahaan. Sehingga nantinya dalam program SPSI Peduli ini kerjasama antara pihak pabrik tempat kerja para buruh dengan pihak penyedia pinjaman tersebut.

"Saya minta kepada pihak perusahaan jangan ada PHK lagi. Pinjaman ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para buruh," katanya.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X