DPRD Nilai Kinerja Ridwan Kamil Tahun 2019 Tak Memuaskan

- 21 Mei 2020, 19:46 WIB

MESKI terjadi kenaikan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DPRD meminta Gubernur Jawa Barat mengonfirmasi data statsitik tersebut dengan kondisi faktual di lapangan. Sebab ada beberapa variabel lain yang penting diukur, seperti pemerataan pembangunan kota-desa dan masih tingginya angka pengangguran.

Dalam rilis yang diterima galamedianews, Kamis (21/5/2020), DPRD melihat capaian indeks indikator dari 5 Misi Jawa Barat tidaklah merata. Bahkan ada beberapa Misi Jawa Barat Juara namun ternyata capaiannya dibawah Jawa Tengah dan Jawa Timur.  

Demikian diungkapkan Ketua Pansus III, Memo Hermawan pada Sidang Paripurna DPRD Jawa Barat dengan agenda Laporan Panitia Khusus III yang melakukan pembahasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Jawa Barat Tahun 2019, Rabu (20/5/2020).

"Fakta ini menjadi catatan penting bagi kami dan menjadi PR besar bagi Gubernur agar ke depan lebih serius memperhatikan strategis prioritas pembangunan dan konsisten. Tidak terjebak pada konsep atau gagasan artifisial atau etalase semata yang terkesan lebih penting membangun opini atau image," katanya.

Menurutnya, fakta ini sebenarnya sudah terlihat sejak terjadinya tren penurunan daya serah terhadap Belanja Daerah yang hanya mencapai 91,2% dibanding Tahun 2018 yakni 94,47. Artinya hampir 10% dari program yang direncanakan dan anggaran yang sudah dialokasikan "lossed" alias tak mampu dioptimalkan.

Dari sisi pendapatan daerah, Pemprov Jabar tak mampu mencapai target. Dari target Rp36,12 triliun hanya mampu meraih Rp36,03 triliun.

"Penting kami garis bawahi bahwa tahun 2019 ini lah pertumbuhan PAD terkecil setidaknya dibanding 3 tahun terakhir. Gubernur harus mempu menjawab trend penurunan ini sebab jika tak segera ditangani, kami DPRD tak mau trend negatif ini terjadi lagi," tuturnya.

Memo juga menilai, gubernur tak mampu mengelola sektor pariwisata. Padahal potensi sangat luar biasa. BUMD juga tak mampu dikelola agar menjadi perusahaan profesional.

"Jangankan bersaing di level nasional, bahkan untuk level Jawa Barat Juara pun masih sulit. Hal ketiga yang mempengaruhi negatifnya postur APBD Tahun 2019 adalah carut marutnya pengelolaan sektor ekonomi kemasyarakatan yang harusnya mampu menjadikan ketahanan pangan masyarakat," katanya.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X