Sudah Antre dari Pagi, Guru Honorer Tak Bisa Cairkan Uang Bantuan dari Pemerintah

- 21 Mei 2020, 21:00 WIB

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan bantuan kepada para guru honorer sebesar Rp500 juta. Pasalnya guru honorer jadi salah satu yang terdampak Covid-19.  

Namun begitu, sejumlah guru honorer mengaku kecewa karena bantuan dari Pemkab tersebut belum bisa dicairkan. Padahal bantuan tersebut saat ini sangat diperlukan.

Ajeng (30), salah seorang guru honorer SD di Kecamatan Garut Kota mengatakan, kemarin ia sengaja berangkat pagi-pagi sekali dari rumahnya ke bank bjb Ahmad Yani dengan maksud untuk mencairkan bantuan. Namun setelah menunggu sampai siang, ternyata bantuan tersebut belum bisa diambil.

"Padahal sudah ngantri dari pagi. Tapi pas siangnya, katanya belum bisa diambil," ujarnya, Kamis (21/5/2020).

Menurut Ajeng, tadinya uang bantuan tersebut akan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi selama hampir dua bulan pandemi Covid-19 ini ia belum memdapat upah atau honor dari sekolah.

"Kalau kata pihak banknya, paling cairnya nanti setelah lebaran. Soalnya kemarin itu hari terakhir bank buka," ucapnya.

Ajeng pun hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. Namun demikian, ia masih berharap uang bantuan dari pemerintah tersebut bisa segera masuk ke rekeningnya.

"Ya pasrah saja, habis mau bagaimana lagi. Paling mau pinjam dulu. Soalnya uang yang saya punya juga sudah menipis," katanya.  

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, Totong, S.Pd, M.Si, menyebutkan, pencairan bantuan tersebut sudah mulai dilakukan pada Rabu (20/5/2020) kemarin. Namun karena waktunya yang mepet, kemungkinan pihak bank pun kesulitan untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X