Menkominfo Sebut Momen Idulfitri Perkokoh Kesiapan Berdamai dengan Covid-19

- 24 Mei 2020, 21:55 WIB
Menkominfo Johnny G Plate

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, Idulfitri 1441 H menjadi kesempatan untuk memperkokoh kesiapan berdamai dengan Covid-19.

"Bulan suci Ramadan dan Idulfitri memperkokoh kesiapan kita untuk berdamai dengan Covud-19. Melalui kesempatan ini menekan berdamai bukan berarti menyerah, berdamai menyesuaikan diri dengan kedisiplinan yang tinggi untuk menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19," tutur Johnny dalam siaran streaming "Lebaran Virtual Bersama Kominfo," Minggu (24/5/2020).

Hal ini, menurut Johnny telah sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa masalah kesehatan Covid-19 memang menjadi yang utama. akan tetapi aspek non medis juga menjadi prioritas untuk dilaksanakan.

Karena itu, Johnny melanjutkan, produktivitas ekonomi dan industri, dan dunia usaha, serta UMKM dan ultra mikro untuk tetap harus dilaksanakan untuk menjaga lapangan kerja rakyat dan penghasilan masyarakat.

"Kondisi ini disebutkan era normal baru, normal baru memastikan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas di saat bersamaan produktivitas dan sosial ekonomi tetap terjaga," kata Johnny.

Pelaksanaan era normal baru tersebut, menurut Johnny, memerlukan kerjasama seluruh komponen bangsa.

"Kami menyebut kerjasama ini dengan lima jaringan sinergi, di mana lembaga pemerintah, masyarakat sipil, dunia akademis, dunia usaha dan media harus terus bergotong-royong secara sungguh-sungguh menghadapi pandemi Covid-19," Johnny menambahkan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, yang hadir dalam acara virtual tersebut mengatakan, memasuki era normal baru dimana masyarakat diajak berdamai dengan virus corona menjadi filosofi sangat tinggi.

Sebab, menurut Nasaruddin, hal itu telah sesuai dengan agama Islam "yang meminta kita untuk berdamai dengan musibah, berdamai dengan penyakit, berdamai dengan kekecewaan dan penderitaan."

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X