Pemkot Tasikmalaya Dinilai Tak Berdaya Menghadapi Pandemi Covid-19

- 26 Mei 2020, 10:58 WIB
ilustrasi

MAHASISWA soroti pernyataan Wali Kota Tasikmalaya terkait ketidakberdayaan Pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan pandemik Covid-19. Wali Kota dinilai sudah mengeskpresikan rasa dilematis yang disampaikannya di media.

"Itu adalah ekspresi yang sangat konyol, masyarakat tidak membutuhkan retorika atau kata-kata dilema. Yang namanya Wali Kota bagi masyarakat adalah simbol yang mewakili mereka dan mau tidak mau harus bisa mensupport serta menyelesaikan hal-hal kompleks dengan cara yang holistik apalagi ditengah situasi pandemi Covid-19," kata Ketua Komisariat PMII STIA, Ardiana Nugraha, Selasa (26/5/2020).

Dikatakannya, masyarakat membutuhkan solusi atas permasalahan yang saat ini mendera. Karena secara faktual masyarakat menjadi ikut marasakan dilema jika pemimpinnya sudah tak berdaya. Dimana mereka harus berhadapan dengan wabah dan di sisi lain mereka juga dihadapkan dengan kemiskinan karena terputusnya mata pencaharian.

"Dengan anggaran sebesar Rp 80 miliar seharusnya Pemkot mampu membuat semacam marketplace yaitu sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko dan pasar," ujarnya.

Sehingga perekonomian Tasikmalaya tetap bisa berjalan dan warga tidak kelaparan. Selain itu, Pemkot bisa hadir untuk menyediakan tempat bagi para penjual yang ingin berjualan.

"Juga membantu mereka untuk bertemu pelanggan dan melakukan transaksi online dengan lebih simpel dan mudah adapun jika si pedagang tersebut tidak memiliki smartphone ya fasilitasi," katanya.

Dari situ, katanya, Pemkot akan bisa mengendalikan warga untuk tidak ke pasar atau ke super market dalam membeli kebutuhannya. Pemkot bisa membantu masyarakat untuk bisa berbelanja hanya dengan satu klik (di rumah saja). Jangan hanya mengeluh dan seolah Pemkot sudah tidak berdaya.

"Katanya mencanangkan smart city tapi kok programnya tidak smart?," ujarnya.

Adapun jika memang aplikasi atau web yang dimaksud sudah tersedia, lanjut dia, tinggal aktualisasikan saja. Jadi bukan hanya cinderamata semata dan bisa dijadikan alat dalih.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X