Masa Pendemi Covid-19, Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Terus Meningkat

- 26 Mei 2020, 12:20 WIB
ilustrasi

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, terus mengalami peningkatan. Sejak awal Januari hingga Mei 2020, tercatat sebanyak 400 kasus dimana dari jumlah kasus tersebut, 8 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih menyebutkan, kasus DBD paling banyak penyebabnya karena nyamuk Aedes Aegypti mencapai 400 kasus. Bahkan dari jumlah tersebut, 8 kasus di antaranya meninggal dunia. Pasien yang meninggal usianya antara 4 hingga 8 tahun.

"Data terbaru, kasus menijggalnya pasien akibat DBD, NS (8) warga Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari meninggal dunia setelah dirujuk ke RS Unggul Karsa Medika Bandung. Serta LF (4) meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya," terangnya, Selasa (26/5/2020).

Dikatakan Suryaningsih, meningkatnya kasus DBD di Kota Tasikmalaya, pihak terkait baik dari Dinas maupun puskesmas terus melakukan penyuluhan. Selain itu, pihaknya juga menggerakkan warga untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Termasuk pengasapan atau fogging, sesuai surat edaran dari Kemenkes tentang pengendalian DBD dimasa pandemi covid-19," katanya.

Masyarakat juga, lanjut Suryaningsih, terus diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan membersihkan lingkungan.

"Kebersihan harus terus dijaga, agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa seperti dengan menguras bak mandi, menimbun barang bekas dan menutup genangan air," ujarnya.

Sementara kematian kasus demam berdarah dengue di Kota Tasikmalaya tersebar di Kecamatan Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tawang, Indihiang dan Bungursari.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X