Tradisi Ziarah Kubur di Momen Idulfitri

- 26 Mei 2020, 13:30 WIB

SEJUMLAH warga terlihat melaksanakan tradisi nyekar atau ziarah kubur ke makam anggota keluarganya yang sudah meninggal dunia, Selasa (26/5/2020). Hal itu terlihat di pemakaman umum di Kampung Ciwangi Desa Cipaku Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung.

Di tengah pandemi Covid-19, mereka tetap melaksanakan tradisi ziarah kubur pada momen Idulfitri setelah melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan 1441 Hijriyah. Ziarah kubur dan mengucapkan doa kepada orang yang sudah meninggal dunia merupakan tradisi bagi sebagian orang yang tidak terlewatkan.

"Melaksanakan ziarah kubur merupakan sudah kebiasaan kita di saat Hari Raya Idulfitri, setelah melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan," kata Mardiana, salah seorang peziarah kubur di tempat pemakaman umum di Kampung Ciwangi, Selasa (26/5/2020) siang.

Ia mengatakan, melaksanakan ziarah kubur untuk memberikan doa kepada orang tua yang sudah meninggal dunia. "Termasuk kepada kakek, nenek dan uyut yang sudah meninggal dunia yang telah mendahului kita. Ini sebagai bentuk rasa kasih sayang kita kepada orang tua yang sudah lebih dulu meninggal dunia," ujar Mardiana.

Ia mengatakan, melaksanakan ziarah kubur, tidak hanya dilaksanakan pada saat Hari Raya Idulfitri saja, melainkan pada hari-hari tertentu. "Bahkan, sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, di antara anggota keluarga kerap melaksanakan ziarah kubur," katanya.

Dikatakannya, melaksanakan ziarah kubur merupakan bentuk perhatian dan hormat serta kasih sayang terhadap orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Kita hanya bisa memberikan doa kepada orang tua yang sudah meninggal dunia," atasnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X